Abstract :
Latar Belakang: Beberapa permasalahan gizi di Indonesia yang belum
teratasi antara lain yaitu berat badan lahir rendah, obesitas, kekurangan energi
kronik, anemia, gizi kurang, dan gizi lebih. Data Dinas Kesehatan Provinsi
Jawa Tengah tahun 2013 menunjukkan prevalensi wanita usia subur (WUS)
yang berisiko mengalami kekurangan energi kronik (KEK) sebesar 17,2%.
Data provinsi Yogyakarta menunjukkan bahwa DIY termasuk 16 provinsi di
Indonesia yang memiliki angka kejadian risiko KEK mempunyai rata-rata
yang lebih tinggi dari rata-rata nasional, yakni >17,3% bagi WUS yang hamil
dan 14,5% bagi WUS yang tidak hamil. Di SMK Kesehatan Bantul
didapatkan siswi usia 16-18 tahun yang mengalami KEK (Kekurangan Energi
Kronik) sebesar 24 siswi dari 73 siswi dengan presentase 32,8%.
Tujuan Penelitian: Untuk mengetahui hubungan antara asupan energi
dengan kekurangan energi kronik pada remaja putri di SMK Kesehatan
Bantul.
Metode Penelitian: Penelitian ini adalah penelitian deskriptif analitik dengan
menggunakan rancangan penelitian Cross Sectional dan teknik pengambilan
sampel pada penelitian ini menggunakan teknik Random Sampling.
Hasil: Uji statistik Chi Square (x
Dyah Ajeng Aristyarini
1
, Eka Nurhayati
2
, Farida Aryani
3
) didapatkan nilai 11.257 dan nilai p value
sebesar 0.001 maka dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang
signifikan antara asupan energi dengan kejadian kekurangan energi kronik
(KEK) pada remaja putri di SMK Kesehatan Bantul.
Kesimpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara asupan energi
dengan kejadian kekurangan energi kronik (KEK) pada remaja putri di SMK
Kesehatan Bantul.
Kata Kunci: Asupan Energi, Kekurangan Energi Kronik