Abstract :
Latar Belakang: Survei yang dilakukan oleh SKRRI (Survei Kesehatan Reproduksi
Remaja Indonesia) 2017 menyebutkan bahwa prosentase wanita dan pria usia 15-24 tahun
yang belum kawin dan pernah melakukan hubungan seksual pranikah yaitu pada wanita
usia 15-19 tahun sebanyak 0.9%, wanita usia 20-24 tahun 2,6%, sedangkan pada laki-laki
usia 15-19 tahun sebanyak 3,6% dan usia 20-24 tahun sebanyak 14,0%. Perilaku kesehatan
ditentukan oleh faktor predisposisi (predisposing factor) pengetahuan dan sikap.
Pengetahuan atau kognitif merupakan domain yang sangat penting untuk terbentuknya
tindakan seseorang (overt behavior). Sikap akan memberikan stimulus seseorang atau
kesediaan untuk bertindak dan perilaku akan memberi tanggapan/meresponnya.
Tujuan Penelitian: Penelitian bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan dan
sikap tentang kesehatan reproduksi dengan perilaku seks pranikah pada remaja usia 15-17
tahun di SMK Kesehatan Bantul
Metode Penelitian: Jenis penelitian deskriptif korelasi dengan pendekatan Cross
Sectional. Sampel sebanyak 79 siswa remaja. Teknik pengambilan sampel dalam
penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling. Analisis data menggunakan uji
Kendall tau.
Hasil Penelitian: Pengetahuan responden tentang kesehatan reproduksi mayoritas adalah
baik sebanyak 59 orang (74,7%). Sikap responden tentang kesehatan reproduksi mayoritas
adalah positif sebanyak 55 orang (69,6%). Perilaku seksual pranikah menunjukkan
mayoritas responden memiliki perilaku seksual pranikah baik sebanyak 56 orang (70,9%).
Hasil uji chi square hubungan pengetahuan tentang kesehatan reproduksi dengan perilaku
seks pranikah diperoleh p-value 0,000. Hasil uji chi square hubungan sikap tentang
kesehatan reproduksi dengan perilaku seks pranikah diperoleh p-value 0,000.
Kesimpulan: Ada hubungan pengetahuan dan sikap tentang kesehatan reproduksi dengan
perilaku seksual pranikah di SMK Kesehatan Bantul.
Kata Kunci : pengetahuan, sikap, perilaku seks pranikah