Abstract :
Latar Belakang : Masa remaja merupakan masa peralihan dari anak-anak ke masa
dewasa yang berusia antara 14 tahun sampai 24 tahun. Remaja putri merupakan
golongan yang rawan terkena Kekurangan Energi Kronis (KEK) dan anemia.
Proporsi KEK pada di Yogyakarta pada tahun 2018 adalah 25 %. Hasil rikesdas 2013
prevalensi anemia pada remaja (15-24 tahun) adalah 18,4%. Di SMK Kesehatan
bantul di dapatkan yang mengalami KEK sebanyak 28 responden (41,2%) dan yang
mengalami anemia sebanyak 23 responden (33,8 %).
Tujuan : Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara
Kekurangan Energi Kronis (KEK) dengan kejadian anemia pada remaja di SMK
Kesehatan Bantul.
Metode : Jenis penelitian ini adalah Deskriptif Kuantitatif dengan rancangan cross
sectional. Teknik pengambilan sampel menggunakan random sampling. Jumlah
sampel dalam penelitian ini adalah 68 responden. Instrumen yang digunakan dalam
penelitian ini adalah test dengan pemeriksaan Hb dengan menggunakan Quick Hb
digital dan pengukuran LILA dengan metline. Lokasi penelitian dilakukan di SMK
Kesehatan Bantul.
Hasil : Uji statistik dengan Chi Square (x
) bahwa didapatkan nilai 11,564 dan nilai p
value sebesar 0.001 maka bisa dikatakankan bahwa terdapat hubungan antara
Kekurangan Energi Kronis (KEK) dengan anemia pada remaja SMK Kesehatan
Bantul.
2
Kata Kunci : Kekurangan energi Kronis (KEK), Anemia, Remaja