Abstract :
Latar belakang : Keragaman konsumsi pangan di tingkat rumah tangga erat
kaitannya dengan ciri-ciri demografis, aspek sosial, ekonomi, serta potensi
sumber daya alam setempat. Berdasarkan Studi Diet Total di Yogyakarta
2014 menurut wilayah tempat tinggal kecukupan energi dan protein tertinggi
di perkotaan. Wilayah tempat tinggal akan mempengaruhi rumah tangga
dalam mengakses bahan pangan dimana rumah tangga pedesaan lebih terbatas
mengakses pangan dibandingkan perkotaan.
Tujuan : Mengetahui perbedaan asupan energi dan protein yang bersumber
pangan nabati antar rumah tangga di wilayah desa dan kota Kabupaten Bantul
Metode : Jenis penelitian ini adalah observasional dengan pendekatan crosssectional.
Sampel penelitian sejumlah 52 rumah tangga yang ada di
Kabupaten Bantul. Pemilihan sampel menggunakan teknik stratified random
sampling. Data diambil dengan wawancara langsung menggunakan kuesioner
Food List. Data asupan energi dan asupan protein dianalisis dengan
menggunakan software Nutrisurvey 2007. Penelitian dilaksanakan pada bulan
Januari hingga Februari 2020. Data dianalisis menggunakan analisis univariat
(deksriptif), bivariat (uji chi-square).
Hasil : Tidak ada perbedaan asupan energi (?=1,000) dan protein (?=1,000)
yang bersumber pangan nabati (1,000) antar rumah tangga di wilayah desa
dan kota Kabupaten Bantul
Kesimpulan : Belum ditemukan adanya perbedaan asupan pangan nabati,
energi, dan protein di wilayah desa dan kota Kabupaten Bantul.
Kata kunci : pangan nabati, energi, protein, rumah tangga, pedesaan,
perkotaan.