Abstract :
Latar belakang: Hasil (SDT) 2014 menyatakan konsumsi GGL di DI
Yogyakarta melebihi anjuran ketetapan dari Kemenkes RI tahun 2013.
GGL banyak terkandung dalam makanan dan minuman ?jadi?. Konsunmsi
makanan dan minuman ?jadi? di Kabupaten Bantul yaitu 16,14%.
Berdasarkan data profil kesehatan Kabupaten Bantul tahun 2018
menunjukan bahwa tingginya konsumsi makanan jadi diikuti dengan
semakin tingginya prevalensi penyakit tidak menular.
Tujuan Penelitian: Untuk mengidentifikasi pola konsumsi gula, garam,
dan lemak terhadap status gizi rumah tangga di Kabupaten Bantul.
Metodologi Penelitian: Jenis penelitian observasional dengan pendekatan
crossectional. Penelitian ini menggunakan cluster sampling, besar sampel
yaitu 50 rumah tangga. Data asupan GGL diperoleh dengan kuesioner
foodlist yang telah terfalidasi dengan teknik wawancara. Analisis yang
digunakan yaitu uji chi-square dan regresi linier sederhana. Penelitian
dilakukan pada bulan Juli-Agustus 2019.
Hasi Penelitian: Rata-rata konsumsi gula, indeks massa tubuh dan
komposisi lemak tubuh yaitu 57,1 g/hari, 23,8 kg/m
dan 26,5 %. Rata-
rata konsumsi natrium, lemak, tekanan darah sitolik, tekanan darah
diastolik adalah 320, 8 mg/hari, 57,3 g/hari, 124, 9 mmHg, dan 81,9
mmHg. Hasil analisis bivariat menunjukan bahwa ada hubungan antara
pola konsumsi sumber gula dengan indeks masa tubuh p-value 0,025
(<0,05).
Kesimpulan: Ada hubungan antara pola konsumsi sumber gula dengan
indeks massa tubuh tingkat rumah tangga di Kabupaten Bantul, sedangkan
untuk variabel lain seperti asupan garam, dan asupan lemak menunjukkan
bahwa tidak ada hubungan yang bermakna.
Kata Kunci: pola konsumsi, gula, garam, lemak, , profil status gizi,
indeks masa tubuh, tekanan darah sistolik, tekanan darah diastolik,
komposisi lemak tubuh, rumah tangga.