Abstract :
Latar Belakang : Pada tahun 2017 cakupan ASI Ekslusif di Kabupaten Sleman sebesar 82,62%. Salah satu gangguan proses pemberian ASI Eksklusif adalah
pada ibu bekerja hal tersebut disebabkan fasilitas yang belum semua perusahaan
memadai seperti penyediaan ruang laktasi dan kurangnya informasi dari tenaga
kesehatan mengenai pemberian ASI Eksklusif pada ibu bekerja. Keberhasilan
seorang ibu untuk terus memberikan ASI Eksklusif salah satunya dipengaruhi
oleh pengetahuan mengenai menejemen laktasi terutama untuk ibu yang sedang
bekerja.
Tujuan Penelitian :Untuk mengetahui hubungan antara tingkat pengetahuan
tentang manajemen laktasi dengan riwayat pemberian ASI Eksklusif pada ibu
bekerja di Kabupaten Sleman.
Metodologi Penelitian : Jenis penelitian yang digunakan ialah penelitian
kuantitatif dengan menggunakan rancangan cross sectional. Populasi dalam
penelitian ini adalah ibu bekerja yang memiliki anak usia 6 ? 12 bulan di tiga
perusahaan yang berada di Kabupaten Sleman. Tehnik pengambilan sampel pada
penelitian ini menggunakan total sampling dan diperoleh sampel sejumlah 126
responden. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara dan kuesioner. Data
yang sudah terkumpul dianalisis menggunakan uji chi square dengan tingkat
kepercayaan 95%.
Hasil : Hasil analisis menunjukkan bahwa ibu bekerja dengan tingkat
pengetahuan tentang manajemen laktasi baik sebanyak 86 orang (68,2%).
Sedangkan ibu bekerja yang memberikan ASI secara eksklusif sebanyak 90 orang
(71,4%). Hasil uji yang dilakukan menggunakan uji chi square diperoleh hasil p ?
value 0,000 (<0,05). dan dapat diartikan bahwa terdapat hubungan yang
signifikan antara tingkat pengetahuan tentang manajemen laktasi dengan riwayat
pemberian ASI eksklusif pada ibu bekerja di Kabupaten Sleman.
Simpulan : Terdapat hubungan antara tingkat pengetahuan tentang manajemen
laktasi dengan riwayat pemberian ASI eksklusif pada ibu bekerja di Kabupaten
Sleman
Kata Kunci: Manajemen Laktasi, ASI Eksklusif, Ibu Bekerja