Abstract :
Latar Belakang : ASI merupakan nutrisi yang paling tepat diberikan pada bayi
baru lahir sampai umur 6 bulan karena pada masa tersebut usus bayi belum mampu
mencerna makanan selain ASI. Menurut UNICEF, cakupan rata-rata ASI eksklusif
di dunia yaitu 38%. Menurut WHO, cakupan ASI Eksklusif di Indonesia (54,3%).
Cakupan pemberian ASI eksklusif di Indonesia tersebut masih dibawah target
Indonesia Sehat 2010 sebesar 80%. Menurut Kementerian Kesehatan (2017),
cakupan pemberian ASI eksklusif di Provinsi DIY tahun 2017 sebesar 70,9%.
Tujuan : Untuk mengetahui hubungan Family Friendly Policy dan Maternity
Leave dengan riwayat ASI eksklusif pada ibu bekerja di Kabupaten Sleman
Metode : Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif, dengan pendekatan cross
sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah wanita usia produktif (15-64 tahun)
dan memiliki anak usia 6-12 bulan yang bekerja di perusahaan. Penelitian ini
menggunakan total sampling dengan sampel penelitian berjumlah 126 responden.
Analisis data yang digunakan adalah univariat, bivariat dengan menggunakan chisquare,
dan mulivariat. Instrumen yang digunakan yaitu formulir identitas ibu,
kuesioner Family Friendly Policy, kuesioner Maternity Leave, dan kuesioner
riwayat ASI eksklusif.
Hasil : Terdapat hubungan yang signifikan antara family friendly policy dengan
riwayat ASI eksklusif pada ibu bekerja dengan hasil p-velue 0, 000 (<0,05). Dan
terdapat hubungan yang signifikan pula antara maternity leave dengan riwayat ASI
eksklusif pada ibu bekerja dengan hasil p-velue 0,001 (<0,05).
Simpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara family friendly policy
dengan riwayat ASI eksklusif pada ibu bekerja dan terdapat hubungan yang
signifikan antara maternity leave dengan riwayat ASI eksklusif pada ibu bekerja di
Kabupaten Sleman.
Kata Kunci : Family Friendly Policy, Maternity Leave, Riwayat ASI Eksklusif