Abstract :
Latar belakang: Berdasarkan hasil PSG tahun 2017 di Yogyakarta, persentase gizi
kurang pada balita usia 0-23yaitu sebesar 11,4%. Prevalensi gizi kurang
(underweight) pada balita tertinggi di daerah Bantul yaitu sebesar 15,2% (5).
Penanggulangan balita gizi kurang dilakukan dengan pemberian makanan
tambahan (PMT). Hasil PSG 2016, 36,8% balita kurus mendapatkan makanan
tambahan, lebih rendah dibandingkan target nasional Tahun 2016 sebesar 75% (4).
Makanan tambahan yang diberikan dapat berupa formula modifikasi yang cukup
padat energi dan protein, terdiri dari bahan yang mudah diperoleh di masyarakat
dengan harga terjangkau. Salah satu bentuk pemanfaatan pangan local yang bernilai
gizi baik yang dapat dimanfaatkan sebagai makanan tambahan yaitu dengan
membuat susu modifikasi yang dibuat dari jagung manis dan ditambahkan kacang
merah untuk menambah kandungan gizi yaitu protein dalam produk tersebut.
Tujuan: Untuk mengetahui ?Pengaruh Penambahan Kacang Merah Terhadap
Sifat Organoleptik, dan Kandungan Protein Sari Jagung?.
Metode: Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimen. Rancangan
penelitian yang digunakan yaitu Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 5 kali
pengulangan. Perlakuan yaitu formulasi kacang merah dihitung dari total jagung
yang digunakan terdiri dari 6 taraf yaitu 0% (R) sebagai kontrol, 10% (F1), 20%
(F2),30% (F3), 40% (F4), dan 50% (F5). Instrumen yang digunakan adalah
kuesioner. Analisis data menggunakan one way ANOVA pada tingkat kepercayaan
95% (? = 0,05).
Hasil: Penambahan kacang merah terhadap sifat organoleptik sari jagung secara
keseluruhan berbeda nyata (p<0,05), formula yang paling disukai panelis adalah
penambahan kacang merah 40%. Rata-rata kandungan Kandungan protein pada
masing-masing perlakuan berbeda nyata (p<0,05), yaitu F0: 0,472%, F1: 0,527%,
F2: 1,398%, F3: 1,580%, F4: 1,673%, dan F5: 1,678%.
Kesimpulan: Penambahan kacang merah berpengaruh nyata terhadap sifat
organoleptik dan kandung protein sari jagung.
Kata Kunci : Kacang Merah, Sari Jagung