Abstract :
Latar Belakang : Daun kelor merupakan salah satu tumbuhan yang banyak
dimanfaatkan karena mengandung vitamin dan mineral yang sangat tinggi. Kandungan
yang paling menonjol dalam daun kelor adalah antioksidan berupa vitamin C, karatenoid,
dan phenoid. Kandungan vitamin C pada daun kelor 7 kali lebih tinggi dari pada jeruk
segar. Daun kelor juga kaya akan kalisum, Daun kelor mengandung kalsium 17 kali lebih
banyak dibandingkan susu. Beberapa penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa
tanaman kelor memiliki efek positif pada tulang.
Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sifat organoleptik bolu kukus serta
kandungan vitamin C dan kalsium pada bolu kukus daun kelor.
Metode : Jenis penelitian ini adalah eksperimental. Untuk melihat pengaruh penambahan
tepung daun kelor 10%, 15%, 20% terhadap daya terima bolu kukus, dengan Rancangan
Acak Lengkap (RAL) data yang dianalisis menggunakan uji one way ANOVA jika P
<0,005 dilanjutkan uji Duncan.
Hasil : Hasil penelitian terdapat pengaruh nyata P value <0,005 penambahan tepung daun
kelor terhadap warna, rasa, tekstur dan keseluruhan terhadap bolu kukus daun kelor.
Sedangkan aroma tidak berpengaruh nyata pada bolu kukus P > 0,005. Kandungan
vitamin C pada perlakuan A (171,61 mg/100 gr), B (238,55 mg/100 gr) dan C (273,23
mg/100 gr), sedangkan kandungan kalsium pada perlakuan A (36,95 mg/100 gr), B
(52,19 mg/100 gr), dan C (62,27 mg/100 gr).
Kesimpulan : Pada perlakuan 10% (A), 15% (B), 20% (C) berpengaruh nyata terhadap
warna dan tekstur memberi tanggapan suka, rasa dan keseluruhan memberikan
tanggapan agak suka, sedangkan aroma tidak berpengaruh nyata dengan tanggapan agak
suka. Penambahan tepung daun kelor berpengaruh terhadap kadar kandungan vitamin C
dan kalsium pada bolu kukus daun kelor.
Saran : Sebaiknya dilakukan penelitian lanjutan untuk melihat daya simpan bolu kukus
daun kelor.
Kata kunci : bolu kukus ,Tepung Daun Kelor, Uji Organoleptik, Vitamin C, Kalsium.