Abstract :
Latar Belakang: Remaja saat ini telah tumbuh dalam dunia yang terhubung secara
digital dan menikmati banyak kesempatan yang berkaitan dengan penggunaan
teknologi elektronik. Pesatnya perkembangan teknologi dikalangan remaja sebagai
alat komunikasi yang mudah serta dapat digunakan oleh siapa saja dan dimana saja
menjadikan suatu fenomena yang penting dalam arus informasi namun juga
membawa trend baru sebagai kesempatan untuk melakukan bullying secara online
atau cyberbullying yang dapat memberikan dampak yang cukup serius terhadap
psikologis dan keadaan emosi korban, dari sakit hati, depresi, hingga bunuh diri.
Tujuan Penelitian: Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan
antara regulasi emosi dengan kecenderungan perilaku cyberbullying pada remaja di
SMA Negeri 7 Yogyakarta
Metode Penelitian: Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan metode
deskriptif kolerasi serta desain cross sectional. Teknik pengambilan sampel yang
digunakan adalah Stratified Random Sampling. Populasi penelitian sebanyak 288
siswa kelas X SMA Negeri 7 Yogyakarta. Jumlah sampel sebanyak 160 responden.
Instrumen yang digunakan adalah data demografi, kuesioner regulasi emosi dan
kuesioner kecenderungan perilaku cyberbullying. Uji statistik yang digunakan yaitu
Kendall Tau
Hasil: Regulasi emosi mayoritas responden termasuk dalam tingkat sedang yaitu
sebanyak 111 (69,4%) sedangkan kecenderungan perilaku cyberbullying mayoritas
responden termasuk dalam tingkat tinggi yaitu sebanyak 94 (58,8%). Hasil analisis
dengan uji Kendall Tau menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara regulasi
emosi dengan kecenderungan perilaku cyberbullying p=0,000 (<0,005)
Kesimpulan: Terdapat hubungan antara regulasi emosi dengan kecenderungan
perilaku cyberbullying pada remaja di SMA Negeri 7 Yogayakarta
Kata Kunci: Regulasi Emosi, Cyberbullying, Remaja