Abstract :
Latar Belakang : Stunting merupakan penyakit malnutrisi kronis yang menjadi
perhatian global termasuk di Indonesia karena mempunyai banyak dampak negatif
dalam jangka panjang maupun jangka pendek.
Tujuan : Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui hubungan antara
kejadian stunting dengan perkembangan anak dan frekuensi terjadinya penyakit
infeksi balita di Desa Argodadi, Sedayu, Bantul.
Metode : Penelitian ini adalah jenis penelitian kuantitatif yang menggunakan
rancangan penelitian cross sectional. Penelitian ini dilakukan di Desa Argodadi,
Kecamatan Sedayu Kabupaten Bantul dengan subjek balita stunting usia 3 ? 60
bulan sebanyak 77 anak. Instrumen penelitian yang digunakan yaitu microtoise,
infantometer, WHO Antro 2010, dan kuesioner yang terdiri dari kuesioner data
demografi, kuesioner praskrining perkembangan (KPSP) serta kuesioner penyakit
infeksi. Analisa data yang digunakan untuk mengetahui hubungan stunting dengan
perkembangan anak dan frekuensi terjadinya penyakit infeksi yaitu dengan uji
Korelasi Rank Spearman.
Hasil Penelitian : Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada bermakna hubungan
antara stunting dengan perkembangan anak (p=0.000) dan frekuensi terjadinya
penyait infeksi pada balita (p=0.000). Dalam aspek perkembangan, stunting
berhubungan dengan perkembangan motorik halus (p=0.001) dan sosialisasi serta
kemandirian (p=0.049) namun tidak berhubungan dengan perkembangan motorik
kasar (p=0.075) dan perkembangan bicara dan bahasa (p=0.266). Dalam aspek
frekuensi terjadinya penyakit infeksi, stunting hanya berhubungan dengan frekuensi
terjadinya diare (p=0.001), namun tidak berhubungan dengan frekuensi terjadinya
ISPA (p=0.069), Infeksi Cacing (p=0.157) dan Malaria (p=0.377).
Kesimpulan : Stunting berhubungan dengan perkembangan anak dan frekuensi
terjadinya penyakit infeksi pada balita di Desa Argodadi, Sedayu, Bantul.
Kata Kunci: Balita, Frekuensi Penyakit Infeksi, Perkembangan Anak, Stunting.