Abstract :
Latar Belakang: Pengalaman merupakan salah satu hasil yang diperoleh langsung
oleh manusia dengan lingkungannya. Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK)
merupakan gangguan pernapasan yang menyempit akibat adanya respon inflamasi
kronis pada saluran pernapasan dan penyakit paru yang bersifat progresif
nonreversibel dan reversible parsial. Pada kasus PPOK tidak menutup
kemungkinan penderita mengalami readmisi atau sering disebut dengan rawat
inap ulang. Tujuan Penelitian: Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi
pengalaman readmisi pasien PPOK di Rumah Sakit Umum Daerah Kota
Mataram. Metode: Desain penelitian kualitatif dengan menggunakan pendekatan
fenomenologi, partisipan dalam penelitian ini adalah 3 partisipan PPOK yang
mengalami readmisi yang dipilih menggunakan Purposive Sampling. Analisa
yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode Collaizi. Hasil : pasien PPOK
menggambarkan pengalaman mereka seperti berperang tanpa senjata karena selalu
takut jika terjadi kekambuhan. Faktor penyebab terjadinya kekambuhan yang
dialami oleh partisipan adalah kelelahan, banyak pikiran, kondisi lingkungan
(debu) merupakan pemicu untuk terjadi kekambuhan. Readmisi pada setiap
partisipan yaitu 3 bulan tergantung kondsi lingkungan, 4 bulan dalam setahun dan
sering masuk rumah sakit dalam setahun. Dukungan keluarga merupakan sumber
utama didalam konsep kesehatan bagi partisipan yaitu dengan memberikan
semangat, istirahat yang cukup dan mengingatkan minum obat yang teratur.
Kesimpulan: Penyakit PPOK dapat dicegah dengan menghindari pemicu yang
menyebabkan terjadinya kekambuhan. Pengetahun untuk mencegah kekambuhan
yaitu datang kefasilitas kesehatan, kepatuhan minum obat, kondisi lingkungan dan
dukungan keluarga yang komprehensif dapat mencegah kekambuhan.
Kata Kunci: Pengalaman, Readmisi, PPOK