Abstract :
Latar Belakang: TB-MDR (Tuberkulosis Multi Drugs Resistant) merupakan
suatu kondisi dimana penderita tuberkulosis sudah terjadi proses resistensi
oleh minimal dua obat anti tuberkulosis lini pertama yaitu rifampisin dan
isoniazid. Pengobatan untuk TB-MDR ini memerlukan waktu pengobatan
cukup lama yaitu sampai 2 tahun dengan obat-obatan yang yang harganya jauh
lebih mahal
Tujuan Penelitian: Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara
Pendampingan Patient Supporter dengan Tingkat Depresi pasien TB MDR di
Yogyakarta.
Metode Penelitian: Jenis penelitian ini adalah kuantitatif menggunakan
rancangan korelasi bivariat dengan menggunakan pendekatan cross sectional
Teknik pengambilan sampel yang digunakan teknik total sampling.
Populasi penelitian sebanyak 43 pasien yang menderita TB MDR yang ada di
Wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta. Jumlah sampel pada penelitian ini
sebanyak 43 responden. Instrumen yang digunakan yaitu kuisioner
pendampingan supporter dan kuesioner tingkat depresi BDI II Uji statistik
yang digunakan yaitu Kendall Tau.
Hasil: Mayoritas pasein TB MDR memiliki pendampingan patient supporter
Baik yaitu sebanyak 39(95,1%). Tingkat depresi mayoritas responden sedang
dengan frekuensi sebanyak 28 (68,3). Hasil analisis dengan uji Kendall Tau
menunjukan tidak ada hubunganPendampingan patient supporter dengan
tingkat depresi pasien TB MDR P-value (0,8 > 0,05).
Kesimpulan: Tidak ada hubungan pendampingan pasien supporter dengan
tingkat depresi pasien TB MDR di Yogyakarta.
Kata Kunci: Pendampingan patient supporter, tingkat depresi, TB MDR