Abstract :
Latar Belakang: Skizofrenia merupakan salah satu gangguan kejiwaan yang dapat
disebabkan oleh berbagai hal yaitu adanya penyimpangan gangguan kognisi,
emosional, perilaku sosial, dan cara berfikir. Persepsi yang salah dari individu dengan
skizofrenia yang menyebutkan bahwa dirinya tidak lebih baik dari orang lain dapat
dikatakaan sebagai internalized stigma. Proses seseorang untuk bangkit kembali dari
keterpurukan dinamakan resiliensi sedangkan kekambuhan adalah proses yang
berulang yang sering terjadi pada penderita skizofrenia.
Tujuan Penelitian: Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan internalized stigma
dengan kekambuhan pada pasien skizofrenia dan untuk mengetahui hubungan resiliensi
dengan kekambuhan pada pasien skizofrenia di Wilayah Kerja Puskesmas Gamping 2
Sleman.
Metode Penelitian: Jenis penelitian yaitu kuantatif dengan rancangan cross sectional.
Tekhnik pengambilan sampel teknik simple random sampling. Populasi dalam
penelitian ini berjumlah 80 orang dengan sampel 44 orang di Wilayah Kerja Puskemas
Gamping 2 Sleman. Instrumen yang digunakan adalah data demografi untuk mengukur,
kuesioner internalized stigma of mental illness invetory (ISMI-9) dan CD-RISC10
dengan uji Kendall Tau.
Hasil: Kategori internalized stigma ringan 24 responden (54,5%), kategori resiliensi
sedang 18 responden (40,9%) dan kategori kekambuhan sedang dengan 18 responden
(40,9%). Hasil analisis Kendall Tau menunjukkan tidak ada hubungan internalized
stigma dengan kekambuhan (0,246>0,05) dan ada hubungan resiliensi dengan
kekambuhan (0,044<0,05).
Kesimpulan: Tidak ada hubungan internalized stigma dengan kekambuhan pada
pasien skizofrenia di wilayah kerja Puskesmas Gamping 2 Sleman dan ada hubungan
resiliensi dengan kekambuhan pada pasien skizofrenia di Wilayah Kerja Puskesmas
Gamping 2 Sleman.
Kata Kunci: Internalized stigma, Resiliensi, skizofrenia
1
Mahasiswa Program Studi Ilmu Keperawatan Universitas Alma Ata
2
Dosen Program Studi Universitas Alma Ata
3
Dosen Universitas Alma Ata