Abstract :
Latar Belakang: Skizofrenia merupakan gangguan yang mempengaruhi otak
dan menyebabkan timbulnya pikiran emosi, persepsi, gerakan dan prilaku yang
terganggu ditandai dengan halusinasi. Anggota keluarga yang menderita
skizofrenia tidak hanya menyebabkan ketergantungan saja pada keluarga, akan
tetapi berdampak pada stres keluarga yang merawat dan mengurus semua
kebutuhan pasien skizofrenia, sehingga dukungan sosial dari keluarga sangat
dibutuhkan untuk kesembuhan pasien, jika keluarga mengalami stres maka
dukungan sosial yang diberikan keluarga terhadap pasien akan kurang efektif.
Tujuan Penelitian: Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara
dukungan sosial dengan tingkat stres keluarga dalam merawat pasien
skizofrenia di Wilayah kerja Puskesmas Gamping 2 Kabupaten Sleman.
Metode Penelitian: Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan deskriptif
analitik menggunakan rancangan cross sectional. Teknik pengambilan sampel
yang digunakan teknik purposive sampling. Populasi penelitian sebanyak 80
pasien yang mengalami skizofrenia yang ada di Wilayah kerja Puskesmas
Gamping 2. Jumlah sampel pada penelitian ini sebanyak 67 responden.
Instrumen yang digunakan yaitu kuesioner dukungan sosial dan kuesioner
tingkat stres Uji statistik yang digunakan yaitu Kendall Tau.
Hasil: Dukungan sosial termasuk kategori sedang mayoritas 33 responden
(49,3). Tingkat stres yang dialami keluarga termasuk dalam kategori sedang
mayoritas 39 responden (58,2). Hasil analisis dengan uji Kendall Tau
menunjukan tidak ada hubungan dukungan sosial dengan tingkat stres keluarga
dalam merawat pasien skizofrenia (0,292 > 0,05).
Kesimpulan: Tidak ada hubungan dukungan sosial dengan tingkat stres
keluarga dalam merawat pasien skizofrenia di wilayah kerja Puskesmas
Gamping 2 Kabupaten Sleman.
Kata Kunci: Dukungan sosial, tingkat stres keluarga, skizofrenia