Abstract :
Latar Belakang : Lanjut usia yang sering diartikan sebagai seseorang yang telah
berusia 60 tahun lebih dan telah mengalami fase akhir dalam kehidupannya. Salah
satu penyakit yang umum di derita oleh lansia yaitu demensia yang merupakan
penyakit degeneratif yang terjadi karena penurunan fungsi otak. Ketidakmampuan
melakukan aktivitas fisik maupun kebiasaan yang sering dilakukan sehari-hari
serta faktor usia yang lebih tua menjadi salah satu penyebab demensia. Lansia
dapat melakukan aktivitas fisik sesuai usianya minimal selama 30 menit/hari.
Tujuan Penelitian : Tujuan dilakukan penelitian ini untuk mengetahui hubungan
tingkat demensia dengan aktivitas fisik lansia di Posyandu Lansia Desa
Sumbergiri Kabupaten Gunungkidul.
Metode Penelitian : Jenis penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif dengan
menggunakan desain penelitian Cross Sectional dan menggunakan purposive
sampling. Populasi penelitian ini sebanyak 102 lansia yang berada di Posyandu
Lansia Desa Sumbergiri. Jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 50
responden. Instrumen yang digunakan yaitu kuesioner Mini-Mental State Exam
dan Self Physycal Activity Questionaire. Uji statistik yang digunakan dengan
menggunakan metode korelasi spearman rank.
Hasil : Hasil penelitian ini menunjukkan tingkat demensia termasuk dalam
kategori sedang sebanyak 19 responden (38,0%). Aktivitas fisik mayoritas dengan
kategori adekuat sebanyak 36 responden (72,0%). Hasil analisis uji korelasi
spearman rank menunjukkan terdapat hubungan tingkat demensia dengan
aktivitas fisik lansia (p value 0,000 < 0,05).
Kesimpulan : Terdapat hubungan tingkat demensia dengan aktivitas fisik lansia
di posyandu lansia Desa Sumbergiri Kabupaten Gunungkidul.
Kata Kunci : Lansia, Demensia, Aktivitas Fisik