Abstract :
Pertumbuhan penduduk lansia meningkat dikarenakan angka fertilitas lebih tinggi dari
pada angka mortalitas. DIY menduduki peringkat pertama jumlah lansia terbanyak yaitu
sebesar 14,07% sedangkan Kabupaten Bantul sendiri menduduki urutan ke 3 dengan
jumlah lansia terbanyak yaitu sebanyak 13,51%. Peningkatan jumlah lansia tersebut
berdampak pada berbagai keluhan terkait yaitu masalah psikologi salah satunya
penerimaan diri dalam setiap perubahan yang terjadi pada dirinya di masa tua, dan
masalah spiritualitas yang berkaitan dengan kehidupannya dengan orang-orang sekitar
dan dengan Tuhannya, dari berbagai masalah tersebut sehingga membuat peneliti
tertarik untuk melakukan penelitian ini dengan tujuan untuk mengetahui adanya
hubungan spiritualitas dengan penerimaan diri pada lansia di Dusun Dadapbong
Sendangsari Pajangan Bantul. Dengan menggunakan metode penelitian kuantitatif
deskriptif korelasi yang menggunakan rancangan cross sectional. Pengambilan sampel
dalam penelitian ini menggunakan teknik Simple Random Sampling yaitu lansia yang
ada di Dusun Dadapbong dan sesuai dengan kriteria inklusi dan eksklusi berjumlah 44
lansia, uji statistik yang digunakan spearman rank. Dari hasil analisis penelitian dan
pembahasan didapatkan hasil spiritualitas termasuk kategori tinggi mayoritas tinggi
sebanyak sebanyak 39 (88,6%), Penerimaan diri tinggi sebanyak 38 (86,4%). Hasil
analisis dengan uji Spearman Rank menunjukkan tidak ada hubungan spiritualitas
dengan penerimaan diri pada lansia (0,357 >0,05). Dari uraian tersebut dapat ditarik
kesimpulan tidak ada hubungan spiritualitas dengan penerimaan diri pada lansia di
Dusun Dadapbong Sendangsari Pajangan Bantul.
Kata Kunci : Spiritualitas, Penerimaan diri, Lansia.