Abstract :
Latar belakang: Lanjut usia (lansia) menurut Departemen Kesehatan Republik
Indonesia adalah sekelompok orang yang berusia lebih dari 55 tahun. Hipertensi
pada lansia merupakan peningkatan pada tekanan darah, dimana tekanan darah
sistolik >160 mmHg dan atau tekanan diastolik >90 mmHg. Lansia sering
mengalami masalah beragam salah satunya adalah depresi. Depresi adalah
suasana hati yang sedang mengalami kesedihan secara berkepanjangan sehingga
dapat menyebabkan hilangnya minat dan kemampuan untuk melakukan kegiatan
yang biasa dilakukan. Masalah ini dapat menyebabkan gangguan pada kualitas
hidup.
Tujuan: Untuk mengetahui hubungan antara tingkat depresi dengan kualitas
hidup pada lansia hipertensi di Puskesmas kasihan II Bantul Yogyakarta.
Metode penelitian: Jenis penelitian ini adalah kuantitatif. Rancangan penelitian
yang digunakan adalah korelasional dengan pendekatan Accidental sampling.
Tekhnik pengambilan sampel menggunakan teknik total sampling. Populasi
penelitian sebanyak 79 lansia hipertensi yang mengikuti prolanis di Puskesmas
Kasihan II. Jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 63 responden sesuai
kriteria inklusi dan ekslusi. Instrumen yang digunakan yaitu kuesioner tingkat
depresi GDS (Geriatric Depression Scale) dan kualitas hidup WHOQOL-BREF
(World Health Organization Quality Of Life Group). Uji statistik yang digunakan
yaitu Kendall Tau.
Hasil: Tingkat depresi yang dialami lansia hipertensi yang mengikuti Prolanis
sebanyak 38 responden (60,3%). Kualitas hidup lansia hipertensi yang mengikuti
Prolanis sebanyak 39 responden (61,9%). Hasil analisis Kendall Tau menunjukan
ada hubungan tingkat depresi dengan kualitas hidup pada lansia hipertensi yang
mengikuti Prolanis di Puskesmas Kasihan II (0,000 < 0,05).
Kesimpulan: Ada hubungan tingkat depresi dengan kualitas hidup pada lansia
hipertensi yang mengikuti Prolanis di Puskesmas Kasihan II.
Kata Kunci: Lansia, Hipertensi, Tingkat Depresi, Kualitas Hidup