Abstract :
Latar Belakang : Tuberkkulosis merupakan penyakit menular yang disebabkan
oleh bakteri mycobacterium tuberculosis. Indonesia menempati urutan ketiga di
wilayah Asia Tenggara menurtut WHO tentang penyakit Tuberkulosis Paru (TB
Paru). Prevalensi TB MDR menurut WHO pada tahun 2013 di Indonesia sebesar
6.800 kasus yang berasal dari kasus baru (2%) dan kasus pengobatan berulang
(12%). Persepsi penyakit merupakan salah satu faktor yang dapat mempengaruhi
kepatuhan minum obat pada pasien Tuberkulosis Paru dan meningkatkan angka
keberhasilan dalam pengobatan.
Tujuan Penelitian : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan persepsi
penyakit dengan kepatuhan minum obat pada pasien tuberkulosis paru di
Puskesmas Depok II Kabupaten Sleman.
Metode penelitian: Jenis penelitian ini adalah korelatif dengan pendekatan cross
sectional. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling, dengan data
diambil mengunakan kuesioner B-IPQ dan lembar observasi. Analisis data yang
digunakan adalah uji pearson correlation.
Hasil Penelitian: Berdasarkan hasil uji pearson correlation antara persepsi
penyakit dengan kepatuhan minum obat didapatkan nilai p 0,000 (< 0,05)
sehingga ada hubungan yang signifikan antara variabel persepsi penyakit dengan
kepatuhan minum obat. Nilai r pearson pearson sebesar 0,868 yang berarti
semakin baik persepsi penyakit maka semakin baik pula kepatuhan minum obat
pada pasien tuberkulosis paru.
Kesimpulan: Ada hubungan persepsi penyakit dengan kepatuhan minum obat
pada pasien tuberkulosis paru di Puskesmas Depok II Kabupaten Sleman
Kata Kunci : TB Paru, Persepsi Penyakit, Kepatuhan Minum Obat