Abstract :
Latar Belakang : Lansia merupakan proses alamiah dimana seseorang sudah
melawati berbagai tahapan kehidupan yaitu dimulai dari masa anak ? anak, masa
dewasa, kemudian tua. Memasuki usia tua, seseorang akan mengalami berbagai
perubahan diantaranya perubahan fisik, psikologis, dan sosial. Masalah perubahan
sosial pada lansia seperti, kematian pasangan, merasa sendirian dalam keluarga,
merasa tidak dihargai atau dibuang oleh keluarga, dan perubahan psikologis yang
dialami lansia meliputi, kesepian, frustasi, takut menghadapi kematian, takut
kehilangan pasangan hidup, takut kehilangan kebebasan, perubahan keinginan,
kecemasan, depresi, dan stress. Tinggal bersama keluarga cenderung dapat
menurunkan munculnya kejadian yang dapat menyebabkan stress. Lansia yang
berhubungan dekat dengan keluarga dapat mempunyai kecenderungan lebih
sedikit mengalami stress dibandingkan dengan lansia yang berhubungan jauh
dengan keluarga.
Tujuan : Mengetahui adanya perbedaan tingkat stres lansia tinggal bersama
keluargadan tidak tinggal bersama keluarga di Dusun Dadapbong Sendangsari
Pajangan Bantul
Metode : Desain pada penelitian yang digunakan adalah non eksperimen yaitu
menggunakan rancangan atau desain yang bersifat deskriptif kolerasi, waktu
pendekatan yang digunakan yaitu cross sectional. Populasi sebanyak 80 lansia
dan sampel berjumlah 44 lansia dengan metode purposive sampling yang
didasarkan pada kriteria inklusi dan eksklusi. Pengumpulan data menggunakan
kuesioner PSS (Perceived Stress Scale) dan lembar observasi untuk lansia tinggal
bersama keluarga dan tidak tinggal bersama keluarga.
Kata Kunci : Tinggal Bersama Keluarga dan Tidak Tinggal Bersama Keluarga
Keluarga, Lansia, Stres
¹Mahasiswa Program Studi Ilmu Keperawatan Universitas Alma ata Yogyakarta.
²Dosen Program Studi Ilmu Keperawatan Universitas Alma Ata Yogyakarta.
³Dosen Pogram Studi Ilmu Keperawatan Universitas Alma Ata Yogyakarta.