Abstract :
Latar Belakang : LSM (IRCW) melakukan riset terkait bullying, hasilnya
terdapat 84% anak menggalami bullying di sekolah, sebanyak 41% hingga 50%
remaja Indonesia dalam rentang usia 13 sampai 15 tahun berada ditingkat SMP
mengalami tindakan bullying. Selain adanya konseling yang dilakukan oleh guru
disekolah, pendidikan kesehatan juga sangat perlu diberikan kepada siswa-siswa
untuk mengubah perilaku dan menurunkan angka kejadian bullying. Dibutuhkan
intervensi yang tepat untuk mengubah perilaku bullying pada siswa-siswi salah
satunya dengan pendidikan kesehatan. Pesatnya perkembangan teknologi yang
telah melahirkan beberapa inovasi berupa alat elektronik yang dapat
memudahkan manusia dalam memberikan suatu pemaparan materi dan dapat
menarik banyak perhatian salah satunya adalah pemberian pendidikan kesehatan
audiovisual.
Tujuan : Untuk mengetahui pengaruh pemberian pendidikan kesehatan audiovisual
terhadap perilaku bullying pada siswa-siswi
Metode Penelitian : Penelitian ini menggunakan Pra eksperimental dengan pretestposttes
dan rancangan penelitian ini berbentuk non equivalent control group design.
Responden dalam penelitian ini berjumalah 72 orang siswa-siswi kelas VII di SMP
PGRI Kasihan Bantul Yogyakarta. Pengambilan sampel menggunakan stratified
random sampling. Untuk intervensi media yang digunakan dalam pendidikan
kesehatan audiovisual adalah dengan memberikan video animasi. Pengumpulan data
menggunakan kuesioner perilaku bullying.
Hasil : Hasil uji Wilcoxon test untuk kelompok intervensi menunjukan adannya
pengaruh yang signifikan perilaku antara sebelum dan sesudah diberikan intervensi ( pvalue
0,000) sedangkan untuk kelompok kontrol tidak ada pengaruh yang signifikan
perilaku antara sebelum dan sesudah diberikan intervensi (p-value 0,665) <0,05.
Kesimpilan : Ada Pengaruh Pendidikan Kesehatan Audiovisual Terhadap Perilaku
Bullying Pada Siswa-Siswi Di SMP PGRI Kasihan Bantul Yogyakarta.
Kata Kunci : Perilaku Bullyimg, Audiovisual, Pendidikan Kesehatan