Abstract :
Latar Belakang : Penderita diabetes melitus mengalami perubahan persepsi dalam
dirinya dan mempunyai dampak negatif terhadap fisik maupun psikologis
seseorang. Kecemasan dan stres merupakan masalah psikologis yang sering terjadi
pada penderita diabetes. Penanganan yang dilakukan dalam menangani stress
memengaruhi keberhasilan dalam mematuhi program diet dan pengendalian kadar
gula darah. Maka dari itu diperlukan penerimaan diri yang baik untuk
mengembangkan keterampilan yang dihadapi dan meningkatkan keyakinan diri.
Tujuan : Mengidentifikasi adanya hubungan penerimaan diri dengan tingkat stress
pada penderita diabetes melitus tipe II di Puskesmas Kasihan II Bantul Yogyakarta
Metode Peneitian : Desain penelitian ini korelasi dengan pendekatan cross
sectional. Penelitian dilakukan di puskesmas kasihan II Bantul Yogyakarta dengan
sampel terdiri dari 63 responden diabetes melitus tipe II yang dipilih menggunakan
teknik accidenta sampling. Pengambilan data dilakukan dengan pengisian
kuesioner penerimaan diri dan tingkat stres. Teknik analisis data menggunakan
spearman rank.
Hasil Penelitian : Penelitian ini menunjukan Presentase tertinggi yaitu sebesar
(50,8%) sebanyak 32 responden penerimaan diri sedang, dan tingkat stress sedang
38 responden (60,3%). Hasil uji korelasi spearman rank diperoleh nilai sebesar 0,659
dengan signifikan p-value sebesar 0,00 < 0,05 yang artinya terdapat
hubungan antara penerimaan diri dengan tingkat stres pada penderita diabetes
melitus tipe II di puskesmas kasihan II Bantul Yogyakarta.
Kesimpulan : Penelitian ini menunjukan adanya hubungan antara penerimaan diri
dengan tingkat stres pada penderita diabetes melitus tipe II di puskesmas kasihan II
Bantul Yogyakarta.
Kata Kunci : Diabetes Melitus, Penerimaan diri, Tingkat Stres