Abstract :
Latar Belakang: GGK adalah suatu proses patofisiologi berbagai etiologi yang
mengakibatkan fungsi ginjal menurun, Penyakit yang dapat menyebabkan
menurunnya fungsi ginjal dimana fungsi organ ginjal mengalami penurunan yang
tidak lagi mampu bekerja seperti sebelumnya.
Tujuan penelitian: Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara
dukungan keluarga dengan tingkat stres pada pasien gagal ginjal kronik yang
sedang melakukan terahi hemodialisa di Unit Hemodialisa RSUD Penembahan
Senopati Bantul
Metode penelitian: Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan deskriptif
analitik korelatif menggunakan rancangan cross sectional. Teknik pengambilan
sampel yang digunakan teknik consecutive sampling. Populasi penelitian sebayak
209 pasien gagal ginjal kronik yang ada di Unit Hemodialisa RSUD Penembahan
Senopati Bantul. Jumlah sample pada penelitian ini sebanyak 42 responden.
Intrumen yang digunakan yaitu kuesioner dukungan keluarga dan kuesioner
tingkat teruji stastitik yang digunakan yaitu kendall?s tau
Hasil: Dukungan keluarga termaksut kategorik baik 18 responden (56,2).
Tingkat stres yang dialami pasien termaksut kategorik ringan mayoritas 18
responden (56,2). hasil analisis dengan uji Kendall?s Tau Menunjukan ada
hubungan dukungan keluarga dengan tingkat stres pasien gagal ginjal kronik yang
sedang melakukan terapi hemodialisa sebesar (0,00 > 0,05).
Kesimpulan: ada hubungan dukungan keluarga dengan tingkat stress pasien
gagal ginjal yang sedang melakukan terapi hemodialisa di Unit Hemodialisa
RSUD penembahan Senopati.
Kata kunci: dukungan keluarga, tingkat stress, gagal ginjal kronik