Abstract :
Latar belakang: Menua adalah suatu kondisi alamiah dan normal terjadi pada
setiap individu yang dilalui dalam beberapa proses secara bertahap. Kebutuhan
paling besar bagi lansia untuk memenuhi kebutuhan biologisnya yaitu dengan
peningkatan kesehatan. Salah satu kebutuhan biologis tersebut adalah
pemeliharaan tidur yang meliputi kuantitas dan kualitas tidur. Kualitas tidur
dapat ditangani dengan dua penatalaksanaan yaitu dengan penatalaksanaan
farmakologi dan non-farmakologi, salah satu penatalaksanaan non-farmakologi
yang dapat diberikan adalah terapi SEFT (Spiritual Emotional Freedom
Technique).
Tujuan: Mengetahui adanya pengaruh terapi SEFT terhadap peningkatan
kualitas tidur lansia di Dusun Dadapbong, Sendangsari, Pajangan, Bantul
Metode: jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan mengunakan metode
quasy experimental dengan pendekatan two group pre and post test design with
control group, populasi sebanyak 80 lansia dan 16 sampel untuk setiap
kelompok intervensi dan kelompok kontrol dengan metode purposive sampling
yang didasarkan pada kriteria inklusi dan eksklusi. Pengumpulan data
menggunakan kuesioner PSQI (Pittburgh Sleep Quality Index).
Hasil: Hasil penelitian ini menunjukkan nilai p= 0,000 pada kelompok
intervensi dan pada kelompok kontrol p= 0,253. Artinya terdapat perbedaan
yang signifikan pada kualitas tidur lansia sebelum dan sesudah dilakukan pada
kelompok intervensi. Perbandingan postest kelompok intervensi dan kontrol
menghasilkan p value 0,000 (p=0,05) artinya terdapat perbedaan yang
signifikan pada hasil postest kualitas tidur.
Kesimpulan: Terapi SEFT berpengaruh secara signifikan terhadap peningkatan
Kata Kunci: Kualitas Tidur, Lansia, SEFT