Abstract :
Perlukaan pada diafragma urogenitalis dan musculus lefator ani
merupakan awal mula terjadinya luka perineum pada waktu persalinan. Adanya
pelepasan prostaglandin mediator kimia yang memberikan sensasi emosional
tidak menyenangkan sehingga pada luka tersebut timbul rasa nyeri. Penggunaan
obat golongan NSAID menjadi pilihan utama mengatasi nyeri, namun
menimbulkan efek samping tukak lambung atau peptic ulcer sedangkan
penyembuhan luka menggunakan iodin dilaporkan tidak signifikan. Minyak kayu
manis dan sirih merah memiliki efek antiinflmasi, antibakteri, dan antiseptik yang
diharapkan memberikan efek sinergisme meningkatkan aktivitas farmakologi dan
mempercepat proses kesembuhan luka, namun sampai saat ini belum terdapat
penelitian yang melaporkan keamanan kombinasi tanaman tersebut. Tujuan
penelitian ini mengetahui apakah gel kombinasi minyak kayu manis dan sirih
merah menimbulkan iritasi pada kulit tikus betian galur Wistar. Penelitian ini
merupakan eksperimental murni laboratorik dengan rancangan pola acak searah.
Pengujian dilakukan terhadap 3 kelompok hewan uji. Kelompok kontrol normal
(tidak di berikan apapun) kelompok perlakuan (gel kombinasi) dan kelompok
kontrol negatif (basis gel) justifikasi dosis dari 0,5 gram. Pengamatan dilakukan
selama 14 hari terkait tanda iritasi eritema dan udema. Analisa data yang
digunakan yaitu repeated measures ANOVA nilai p = 0,012* terdapat perbedaan
pada dua kelompok atau lebih pada pengukuran berat badan hewan uji. Tandatanda
iritasi
dilaporkan
secara
deskriptif
berdasarkan
skor
iritasi
0
dan
nilai
PDII
0,00
hasil penelitian menunjukkan lama pengamatan dan dosis tidak
mempengaruhi BB serta tidak mengiritasi. Sediaan gel kombinasi minyak kayu
manis dan sirih merah aman digunakan tidak menimbulkan iritasi akut pada kulit
hewan uji tikus betina galur Wistar.
Kata kunci: Daun sirih merah, Minyak kayu Manis, Uji iritasi, Luka
perinium