Abstract :
PERPUSTAKAAN ALMA ATA
Dengan adanya arus globalisasi dan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi.
Menurunnya moral bangsa dengan adanya berbagai macam perpecahan, konflik dan
perbedaan yang dinyatakan sebuah kesalahan oleh oknum radikal telah menarik negara
Indonesia kedalam masalah nilai-nilai nasionalisme dan toleransi yang sangat serius.
Sekolah sebagai tempat pendidikan anak bangsa merupakan lembaga yang dianggap
paling efektif dan efisien untuk mengajarkan nilai-nilai nasionalisme dan toleransi
kepada siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bagaimana implementasi
nilai-nilai nasionalisme dan toleransi di sekolah berbasis islam serta untuk mengetahui
faktor pendukung dan penghambat pelaksanaan implementasi nilai-nilai nasionalisme
dan toleransi di sekolah berbasis islam (studi kasus SMK VIP Ma?arif NU 01 Kemiri).
Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif. Subyek
penelitian ini adalah kepala sekolah, siswa kelas XI Ototronik. Objek penelitiannya
adalah SMK VIP Ma?arif NU 01 Kemiri. Teknik pengumpulan data yaitu observasi,
wawancara, dan dokumentasi. Teknik keabsahan data dilakukan dengan triangulasi.
Teknik analisis data yang digunakan dengan cara mengumpulkan data, reduksi data,
penyajian data dan penarikan kesimpulan.
Berdasarkan hasil penelitian, menunjukkan bahwa implementasi nilai-nilai
nasionalisme dan toleransi di sekolah berbasis islam (studi kasus SMK VIP Ma?arif
NU 01 Kemiri). Yaitu implementasi nilai-nilai nasionalisme terdapat pada kegiatan
mengenang jasa para pahlawan melalui kegiatan upacara bendera, ziarah kubur, tahlil,
dan apel pagi; penggunaan produk lokal; go green; menyanyikan lagu kebangsaan dan
ya Ahlal Waton; studi banding/kunjungin industri di dalam negeri. Adapun
implementasi nilai-nilai toleransi terdapat pada kegiatan tidak membeda-bedakan
siswa, takziyah, saling mengerti, mengakui hak setiap orang dan setuju dalam
perbedaan.
Faktor pendukung dalam kegiatan implementasi nilai-nilai nasionalisme dan
toleransi di SMK VIP antara lain terdapat guru penanggung jawab pada setiap kegiatan;
sosialisasi kegiatan; peserta didik antusias dalam mengikuti kegiatan; dukungan dari
orang tua/wali. Adapun faktor penghambatnya antara lain keterbatasan dana;
keterbatasan alat transportasi; diperlukan koordinasi dengan masyarakat luar sekolah;
tidak semua siswa memahami makna lagu kebangsaan.
Kata Kunci: implementasi, nilai-nilai nasionalisme dan toleransi, sekolah berbasis
islam.