Abstract :
Latar Belakang : Masalah kesehatan pada lansia menyebabkan lansia memiliki
keyakinan /self efficacy yang rendah. Lansia dengan self efficacy yang rendah akan
menimbulkan keputusasaan atau mudah menyerah, tidak semangat dan
mempengaruhi status kesehatan fisik dan psikologis serta kualitas hidup lansia.
Kualitas hidup yang rendang akan mempengaruhi fungsional lansia misalnya
kesehatan fisik dan psikologis (kognitif dan emosional).
Tujuan Penelitian : Tujuan Penelitian ini adalah untuk menggetahui hubungan self
efficacy dengan kualitas hidup lansia di Dusun Polaman Desa Argorejo Sedayu,
Yogyakarta
Metode Penelitian : Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan
metode observasional analitik serta desain cross sectional. Tehnik pengambilan
sampel yang digunakan adalah tehnik Purposive Sampling. Populasi penelitian
sebanyak 144 lansia Jumlah sampel 60 responden. Instrumen yang digunakan
adalah kuesioner Self Efficacy (GSES) dan kuesioner Kualitas Hidup (WHOQOL
BREF). Uji statistik yang digunakan yaitu Kendall Tau
Hasil Penelitian : Berdasarkan data primer yang telah diolah menunjukkan hasil
uji statistik korelasi dengan nilai P Value sebesar 0,003 kurang dari 0,1 (0,016<0,1),
yang berarti terdapat hubungan antara self efficacy dengan kualitas hidup lansia di
Dusun Polaman Desa Argorejo Sedayu, Yogyakarta
Kesimpulan : Ada hubungan antara self efficacy dengan kualitas hidup lansia di
Dusun Polaman Desa Argorejo Sedayu, Yogyakarta
Kata Kunci : Self efficacy, Kualitas hidup, Lansia