Abstract :
Latar Belakang:CaregiverOrang dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) mempunyai
tanggungjawab langsung dalam segala situasi, terhadap perawatan ODGJ.
Tanggung jawab dalam merawat dan mengawasi ODGJ menyebabkan beban bagi
caregiver, sehingga menimbulkan stress, akibat tekanan psikologis seperti
perasaan takut dan terancam, oleh karena itu sangat dibutuhkan adanya dukungan
sosial.
Tujuan: Mengetahui hubungan antara dukungan sosial dengan tingkat
stresscaregiver ODGJ di wilayah kerja Puskesmas Pakualaman Kota Yogyakarta.
Metode Penelitian: Jenis penelitian kuantitatif dengan desain korelasional,
menggunakan pendekatan cross sectional. Teknik pengumpulandata
menggunakan kuisioner Multidimensional Scale of Perceived Support (MPSS)
untuk mengukur persepsi dukungan sosial dan Perceive Stress Scale (PSS) untuk
mengukur tingkat stresscaregiver ODGJ.Pengujian bivariat dilakukan dengan uji
Spearman dengan nilai p value< 0,05. Penelitian ini dilakukan terhadap 40 orang
caregiver ODGJ di wilayah kerja Puskesmas Pakualaman Yogyakarta.
Hasil : Pada penelitian ini, di dapatkan hasil menunjukkan bahwa responden yang
memiliki dukungan sosial sedang mayoritas memiliki tingkat stress yang sedang
yaitu sebanyak 17 responden (56,7%) sedangkan responden yang memiliki
dukungan sosial tinggi mayoritas memiliki tingkat stress yang sedang yaitu
sebanyak 7 responden (70%). Setelah dilakukan uji statistik Spearman?s rho
didapatkan nilai Pvalue(Sig. 2 tailed) sebesar 0,007, karena Pvalue< ? (? = 0,05).
Kesimpulan : Terdapat hubungan antara dukungan sosial dengan tingkat stres
caregiver orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) di Wilayah Kerja Puskesmas
Pakualaman Yogyakarta
Kata Kunci: Caregiver, mental disorder, Dukungan Sosial, Stres
1
Mahasiswa Program Studi Sarjana Keperawatan Universitas Alma Ata
2,3
Dosen Program Studi Ilmu Keperawatan Universitas Alma Ata