Abstract :
Latar Belakang: Risiko kehamilan menjadi salah satu penyumbang terbesar
kematian ibu dan janin. Kehamilan berisiko tinggi ditemukan pada ibu hamil yang
terlalu tua. Usia reproduksi yang sehat dan aman untuk hamil dan melahirkan
yaitu pada rentang usia 20-35 tahun, sedangkan usia kurang dari 20 tahun dan
lebih dari 35 tahun merupakan usia reproduksi risiko tinggi. Kehamilan dan
persalinan pada usia kurang dari 20 tahun dan lebih dari 35 tahun berisiko 2-4 kali
lebih tinggi dibandingkan kehamilan dan persalinan pada usia 20-35 tahun. Untuk
mencegah AKI dan AKB tenaga kesehatan memberikan pelayanan kesehatan
yang berkualitas secara Continuity of care (COC)(1)(2)
Tujuan: Memberikan asuhan kebidanan secara komprehensif pada ibu hamil,
bersalin, nifas, dan bayi baru lahir dan keluarga berencana (KB).
Metode Penelitian: Studi yang dilakukan peneliti di Puskesmas Sleman adalah
deskriptif dengan pendekatan Continuity of care atau peneliti melakukan
pengambilan data dalam kasus ini dengan cara wawancara, observasi,
pemeriksaan, dokumentasi rekam medik, pemberian asuhan dalam kasus ini
menggunakan instrumentbuku KIA, leaflet, buku monograf dan poster.
Hasil: Asuhan kebidanan secara komprehensif pada Ny R umur 38 tahun G3P2A0
dari Trimester III, Persalinan, Nifas, Bayi baru lahir (BBL), Pemilihan alat
kontrasepsi pasca bersalin, dilakukan pendampingan 2 kali pada usia kehamilan
37
+6
minggu, kunjungan bersalin dengan
persalinan normal pada UK 39
minggu dan usia kehamilan 38
+ 3
minggu bayi baru lahir normal dengan berat
badan 2550 Gram, Panjang badan 46 cm dan kunjungan nifas 2 kali pada 6 jam
postpartum dan 6 hari nifas, pemilihan alat kontarsepsi Ny . R akan mengunakan
IUD setelah masa nifas.
Kesimpulan : Setelah dilakukan Asuhan Komprehensif pada Ny R umur 38
Tahun G3P2A0 dengan kehamilan risiko tinggi umur > 35 tahun dengan hasil
persalinan normal, nifas normal, dan bayi baru lahir (BBL) normal.
Kata kunci: Asuhan Kebidanan, Continuity of Care, Risiko Tinggi