Abstract :
Pembelajaran daring selain memberikan banyak kemudahan, juga terdapat
kendala, sehingga menimbulkan berbagai persepsi siswa. Tujuan dari penelitian
ini adalah memaparkan persepsi siswa terhadap pembelajaran daring di SD
Ma?arif Nurul Jannah.
Metode penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif. Informan dalam
penelitian ini adalah siswa kelas VI SD Ma?arif Nurul Jannah yang berjumlah 6
siswa, guru kelas VI SD Ma?arif Nurul Jannah dan Kepala Sekolah SD Ma?arif
Nurul Jannah. Teknik pengumpulan data yang digunakan pada penelitian ini
adalah wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis menggunakan teknik
kualitatif.
Hasil dari penelitian diketahui bahwa mayoritas siswa memiliki persepsi
positif terhadap pembelajaran daring selama pandemic, namun bila pandemic
sudah menghilang dan normal aman lagi siswa juga menginginkan pembelajaran
bertatap muka. Hal ini dikarenakan mayoritas siswa mendukung dengan
pembelajaran daring hanya selama pandemic saja, karena bila sudah aman siswa
juga lebih suka dengan pembelajaran tatap muka, karena cara penyampaian materi
pelajaran tatap muka lebih menyenangkan dan dianggap efektif. Solusi untuk
mengatasi permasalahan-permasalahan pembelajaran daring adalah : bagi guru,
agar bisa belajar dan sharing dengan guru yang lain tidak hanya satu sekolah saja
namun bisa di lain sekolah agar dalam mengajar dapat bervariasi. Bagi siswa,
lebih aktif dan lebih semangat, serta bisa mencari referensi belajar lain, dan bagi
sekolah, sebaiknya mempunyai program-program baru di saat pandemi seperti ini
misalnya : melakukan pelatihan yang diikuti oleh guru serta menyediakan ruangan
studio untuk pembuatan video pembelajaran.
Kata Kunci : Persepsi Siswa, Pembelajaran Daring.