Abstract :
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran pembimbing dalam
menanamkan kedisiplinan santri di Asrama Sunan Gunung Jati Yayasan Ali
Maksum Pondok Pesantren Krapyak Yogyakarta, pembimbing sebagai guru,
ustaz, bahkan orang tua santri di pondok memiliki peranan penting di pada
perilaku santri. Dengan ratusan atau santri di Asrama Sunan Gunung Jati dan 10
pembimbing asrama apakah penanaman kedisiplinan santri sudah dijalankan
sebagaimana amanah yang diembannya dari kiai atau pengasuh Yayasan Ali
Maksum Pondok Pesantren Krapyak Yogyakarta.
Metode yang digunakan pada penelitian ini ialah metode deskriptif disertai
pendekatan kualitatif, dan mengambil tempat di Asrama Sunan Gunung Jati
Yayasan Ali Maksum Pondok Pesantren Krapyak Yogyakarta, pengumpulan data
yang dilakukan berdasarkan hasil observasi, wawancara, dan dokumentasi.
Analisis datanya berupa data yang dikumpulkan dari hasil data lapangan
kemudian ditarik menjadi kesimpulan. Sementara itu, pemeriksaan datanya
dilakukan dengan metode triangulasi.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: 1) Peran pembimbing dalam
menanamkan nilai-nilai kedisiplinan santri di Asrama Sunan Gunung Jati Yayasan
Ali Maksum Krapyak Yogyakarta sudah cukup baik. Sebagaimana hal ini
dibuktikan dengan adanya empat indikator penanaman nilai-nilai kedisiplinan
terhadap santri: Pertama, kedisiplinan santri dalam menjalankan ibadah dan
syariat Islam dan menghindari segala larangannya, seperti senantiasa salat jamaah
lima waktu, tidak meminum-minuman keras dan lain sebagainya. Kedua,
kedisiplinan santri terhadap tata tertib aturan pondok yang berlaku, seperti halnya
tidak membawa HP, TV, Senjata Tajam. Ketiga, kedisiplinan santri terhadap
aktivitas keseharian di asrama, seperti halnya selalu bangun subuh, sekolah dan
ngaji tidak terlambat. Keempat, kedisiplinan santri terhadap lingkungan pesantren,
seperti halnya santri yang selalu disiplin membersihkan kamar dan teras depan
sesuai dengan jadwal piket yang telah dibentuk. 2) Tentu, tercapainya empat
indikator santri tersebut karena peran pembimbing tidak ada hentinya selalu
membimbing, membina, mengingatkan para santrinya untuk menanamkan nilai-
nilai kedisiplinan. Di sisi lain, pembimbing asrama memiliki beragam fungsi
yakni sebagai ustaz, guru, teladan, pengurus, pengawas bahkan sebagai orang tua
di Asrama. 3). Adapun faktor pendukung peran pembimbing dalam menanamkan
nilai kedisiplinan santri ialah komunikasi yang baik antara pembimbing dan
santri, dorongan orang tua kepada santri di rumah untuk selalu mematuhi
peraturan pesantren yang ada, melalui pengajian atau arahan setelah salat berjamaah, dan kultur pesantren yang mendukung. Sedangkan faktor
penghambatnya ialah seringnya santri menghubungi walinya melalui HP asrama
yang berarti bisa menghambat proses belajar santri selama di pesantren,
kurangnya perhatian sebagian pembimbing kepada santri, minimnya kesadaran
santri terhadap tata tertib pesantren.
Kata Kunci : Kedisiplinan (Disiplin), Peran.