Abstract :
Latar belakang: Data dari AKG 2019 menyampaikan bahwa kebutuhan serat untuk
anak prasekolah dengan usia 1-3 tahun adalah 19 g dan untuk usia 4-6 tahun 20 g.
Bedasarkan data dari RISKESDAS tahun 2013-2018 juga melampirkan prevalensi
kurangnya konsumsi serat di DIY terus meningkat dari 85,5% menjadi 90,5%.
Pendidikan gizi merupakan suatu metode yang bertujuan untuk meningkatkan
pengetahuan anak terkait dengan konsumsi serat. Pendidikan gizi menggunakan
media yang edukatif dapat meningkatkan pengetahuan, sikap, dan perilaku makan
pada anak. Pemberian media sendiri sangat efektif diberikan kepada anak untuk
pendidikan gizi. Dibandingkan dengan anak yang hanya diberikan pendidikan gizi
menggunakan metode ceramah tanpa media, yang menggunakan media beragam
sangat efektif untuk merubahan sikap dan meningkatkan pengetahuan pada anak.
Tujuan: Untuk mengetahui pengaruh pendidikan gizi terhadap konsumsi serat pada
anak prasekolah.
Metode: Desain penelitian ini merupakan quasi experimental dimana peneliti akan
mencari hubungan sebab akibat dengan rancangan pre-post test. Subjek penelitian
diberi treatment atau perlakuan dengan pendidikan gizi berupa video manfaat sayur
dan buah, menggunting dan membuat pola sayur dan buah dalam bentuk wayangwayangan,
kit bercocok tanam yang teridiri dari media tanah dan benih guna
menamam benih sayuran, menggunting, mewarnai sayur dan buah dan merangkai
puzel gizi seimbang. Populasi sampel sebanyak 52 orang anak prasekolah di TK
Negeri 1 Pajangan, Bantul, DIY. Pengumpulan data menggunakan kuesioner SQFFQ
(Semi Kuanttatif Food Frequency Questionnaire). Data dianalisis dengan
menggunakan uji kolmogrof Smirnov dan uji wilcoxon.
Hasil: Hasil pre test dan post test pada responden menujukkan adanya perubahan
jumlah konsumsi serat/hari pada pre test dan post test (p = 0,000).
Kesimpulan: Ada pengaruh pendidikan gizi terhadap konsumsi serat pada anak
prasekolah.
Kata Kunci: Pendidikan Gizi, Anak Prasekolah, Konsumsi Serat.