Abstract :
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui 1) bagaimana potensi objek lingkungan
sekolah sebagai media belajar IPA kelas IV di SDN Pragpag Lor 02 Losari tahun
2019/2020 dan 2020/2021, 2) bagaimana pemetaan potensi objek lingkungan
sekolah sebagai media belajar IPA kelas IV di SDN Pragpag Lor 02 Losari
2019/2020 dan 2020/2021. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah
kualitatif. Jenis penelitiannya deskriptif kualitatif. Subjek pada penelitian ini yaitu
guru kelas dan siswa kelas IV SDN Pragpag Lor 02 Losari angkatan 2019/2020 dan
2020/2021. Objek penelitian ini adalah pemetaan objek lingkungan sekolah sebagai
media belajar IPA. Teknik pengumpulan data dalam penelitian menggunakan
observasi, wawancara, angket siswa dan dokumentasi dan ceklist penggunaan
lingkungan. Pra penelitian di lakukan di SDN pragpag lor 02 Losari dengan cara
wawancara guru dan observasi. Wawancara dilakukan dengan bapak Mursid dan
Ibu Ana selaku wali kelasIV. Pengisian angket dilaksanakan sebelum dan sesudah
pandemi.masing-masing 7 siswa. Teknik analisis data menggunakan reduksi data,
penyajian. data, dan penarikan kesimpulan, keabsahan data menggunakan teknik
triangulasi. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa, 1) potensi objek lingkngan
sekolah sebagai media belajar sebagai dalam mata pelajaran IPA secara
keseluruhan sudah terlaksana sesuai dengan KI dan KD. Media alam yang di
gunakan dalam proses pembelajaran IPA meliputi benda-benda alami dan buatan
seperti tanah, air, sungai dedaunan, batu, hewan, pemandangan alam (sawah, kebun,
sungai), kolam, laut, benda-benda bersejarah dan keadaan penduduk, 2) pemetaan
lingkungan sebagai media belajar IPA guru belum bisa optimal dalam melakukan
pemetaan tersebut karena kondisi dan waktu yang belum bisa di kondisikan. Pada
dasarnya pelaksanaan pembelajaran IPA sudah menggunakan lingkungan sebagai
media belajar IPA. Sebelum pandemi terbilang 76% guru sudah melakukan
kegiatan pembelajaran menggunakan media lingkungan sekolah. Namun setelah
pandemi turun jadi 46% karena guru hanya melakukan pembelajaran lewat daring
saja dan hanya memberi materi dan tugas via whattshap grup. Hal ini ditunjukan
berdasarkan hasil angket siswa.
Kata Kunci: Sekolah Berbasis Lingkungan, Media Belajar IPA, Pemetaan
Potensi, Objek Lingkungan.