Abstract :
Latar Belakang : Lansia (lanjut usia) adalah seseorang yang berusia > 60 tahun. Lansia
merupakan masa dimana seiring berjalannya waktu manusia mengalami penurunan.
Proses menua berhubungan dengan perubahan fungsional pada tubuh manusia. Salah
satunya perubahan yang terjadi pada musculoskeletal adalah penurunan massa otot dan
kekuatan otot yang biasa disebut sarkopenia. Proses penuaan mengakibatkan penurunan
aktivitas fisik. Penurunan aktivitas fisik terjadi akibat penurunan massa otot dan dapat
juga sebaliknya. Semakin bertambahnya usia lansia sering mengeluhkan masalah
gangguan tidur. Kualitas tidur yang lebih sedikit menyebabkan hilangnya massa otot.
Tujuan : Untuk mengetahui apakah ada perbedaan aktivitas fisik dan kualitas tidur pada
lansia dengan sarkopenia dan non sarkopenia di wilayah kerja Puskesmas Sewon 1
Bantul.
Metode Penelitian : Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif menggunakan data cross
sectional, metode pengambilan sampel Proportional Strafied Random Sampling. Sampel
penelitian berjumlah 377 responden. Uji statistik yang digunakan mann whitney.
Instrumen pada penelitian ini menggunakan kuesioner. Kuesioner yang digunakan pada
penelitian ini adalah kuesioner Self- report Physical Activity Questionnaire (SPAQ) dan
kuesioner PSQI (Pittsburgh Sleep Quality Index).
Hasil Penelitian : Hasil penelitian didapatkan ada perbedaan aktivitas fisik pada lansia
dengan sarkopenia dan non sarkopenia (p=0,000) dan ada perbedaan kualitas tidur pada
lansia dengan sarkopenia dan non sarkopenia (p=0,000).
Simpulan : Ada perbedaan aktivitas fisik dan kualitas tidur pada lansia dengan
sarkopenia dan non sarkopenia di wilayah kerja Puskesmas Sewon 1 Bantul.
Kata Kunci : Aktivitas fisik, Lansia, Kualitas tidur, Sarkopenia