Abstract :
Latar Belakang: kekurangan energi kronik (KEK) pada perempuan di tahun 2018 di
Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) sebesar 15,1% pada tahun 2018. Pada tahun 2019
Angka Kematian Ibu (AKI) sebesar 315 kasus. Kasus kematian bayi tertinggi yaitu di
Kabupaten Bantul. Kabupaten Bantul merupakan salah satu daerah yang masih banyak
melakukan pernikahan dini selain daerah-daerah yang lain. Tingginya pernikahan dini
dan tingginya permasalahan kesehatan ibu dan anak, maka perlu dilakukan pencegahan
dini untuk mengurangi prevalensi AKI dan AKB. Edukasi gizi dan kesehatan dapat
memicu kemampuan optimal berupa pengetahuan, perubahan sikap, danperilaku.
Tujuan: Mengetahui efektivitas edukasi gizi dan kesehatan prakonsepsi padawanita usia
subur (WUS).
Metode: Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui efektif tidaknya edukasi yang
diberikan, penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan desain studi
fenomenologi. Subjek penelitiannya yaitu wanita usia subur (WUS), pengambilan data
dilakukan dengan wawancara secara online.
Hasil: Penenelitian ini di lakukan di SMK yang berada Di Kabupaten Bantul, dengan16
informan yang termasuk wanitas usia subur (16-18 tahun). Edukasi terkait gizi dan
kesehatan prakonsepsi diberikan youtube, dan diberikan sebanyak tujuh pertanyaan.
Dari pertanyaan wawancara yang diberikan terdapat satu pertanyaan yang dianggap
sulit, yaitu persepsi tentang efektivitas edukasi dalam peningkatan pemahaman.
Kelebihan dari pemberian edukasi secara online ini informan dengan mudah
mendapatkan informasi dan dapat diakses dimanapun dan kapanpun. Salain itu, media
online dirasa kurang efektif untuk diberikan karena terdapat sebagian informan memiliki
kendala untuk mengakses internet.
Kesimpulan: Pada penelitian yang dilakukan di SMK Negerei 1 Pandak, video edukasi
yang diberikan sudah efektif diberikan untuk anak SMK, sebagai penambah wawasan,
dengan durasi yang tidak terlalu lama. Media youtube merupakan media efektif sebagai
media edukasi gizi. Namun, selain itu terdapat beberapa perbaikan diantaranya teknis
penyampaian kepada informan.
Kunci: Wanita Usia Subur, Prakonsepsi, Edukasi Gizi.