Abstract :
Latar Belakang: Menjadi tua adalah seseorang yang memiliki umur
berkisar 45 tahun keatas dan seiring berjalanya waktu akan menimbulkan
masalah-masalah pada kesehatan tubuh biasanya masalah kesehatan itu
akan muncul pada usia 60-70 tahun. Dari data dunia (WHO) pada tahun
2018 sedikitnya jumlah 839 juta kasus hipertensi diperkirakan menjadi
1,15 milyar. Hipertensi merupakan penyakit tekanan darah tinggi darah
seseorang untuk sistol 140 mmHg dan untuk diastol 90 mmHg. Banyak
faktor penyebab lansia menderita hipertensi salah satu faktor adalah stres
selain itu juga terdapat faktor lain yang menjadi penyebab hipertensi pada
lansia yaitu kualitas tidur yang buruk.
Tujuan: Untuk mengetahui apakah ada hubungan antara tingkat stres dan
kualitas tidur dengan hipertensi pada lansia di wilayah kerja Puskesmas
Sedayu 2 Bantul Yogyakarta.
Metode Penelitian: Penelitian ini merupakan penelitian yang
menggunakan desain penelitian korelasi dengan menggunakan sistem
pendekatan cross-sectional. Populasi pada penelitian ini sebanyak 120
dengan sampel lansia sebanyak 60 orang. Teknik pengambilan sampel
yaitu simple random sampling. instrument penelitian ini mengunakan
kuesioner DASS dan PSQI dengan uji statistik Kendall tau.
Hasil: Berdasarkan uji Kendall tau, terdapat hubungan tingkat stres dan
kualitas tidur dengan hipertensi pada lansia dan di buktikan dengan p-
value sebesar 0,015 (p<0.05) (tingkat stres dengan hipertensi) dan p- value
sebesar 0,029 (p<0.05) (kualitas tidur dengan hipertensi).
Kesimpulan: Semakin tinggi tingkat stres dan semakin rendah kualitas
tidur lansia maka akan membuat tekanan darah akan meningkat.
Kata Kunci : Hipertensi, Kualitas Tidur, Tingkat Stres