DETAIL DOCUMENT
HUBUNGAN DUKUNGAN SOSIAL DENGAN GANGGUAN MENTAL EMOSIONAL PADA PENGGUNA NAPZA PASCA REHABILITASI DI LEMABAGA PEMASYARAKATAN NARKOTIKA KELAS II-A YOGYAKARTA
Total View This Week0
Institusion
Universitas Alma Ata
Author
MAYWANDITA, SAPTA AYU
Subject
ILMU KEPERAWATAN 
Datestamp
2022-12-31 03:00:12 
Abstract :
Latar Belakang: Penyalahgunaan NAPZA di DIY hingga kini masih tergolong tinggi se-nasional di peringkat teratas di Indonesia. prevalensi masalah kesehatan mental emosional pada penduduk usia 15 tahun ke atas mengalami peningkatan 9,8% di tahun 2018. Tujuan Penelitian: Untuk mengetahui hubungan antara dukungan sosial dengan gangguan mental emosional pada pengguna NAPZA pasca rehabilitasi. Metode Penelitian: Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan Cross Sectional. Teknik pengambilan sampel menggunakan Simple Random Sampling yaitu sebanyak 67 responden. Cara pengumpulan data menggunakan kuesioner dukungan sosial dan SRQ-20 secara langsung kepada responden. Teknik analisa data menggunakan uji korelasi Spearman Rank. Hasil: Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan diketahui karakteristik responden mayoritas 28-33 tahun (34,3%), pendidikan SMA/SMK (34,3%), (52,2%) responden memiliki dukungan sosial yang sedang, (58,2%) responden memiliki gangguan mental emosional. Hasil analisa dengan uji Spearman Rank menunjukkan nilai koefisien korelasi (r) = -0,50 menunjukkan arah korelasi negatif, menandakan korelasi antar kedua variabel berlawanan. Dalam arti lain semakin rendah dukungan sosial maka semakin meningkat masalah gangguan mental emosional akan muncul. Kesimpulan: Berdasarkan hasil penelitian diketahui nilai koefisien korelasi (r) = 0,50 menandakan korelasi antar kedua variabel berlawanan. Dalam arti lain akan semakin rendah dukungan sosial maka semakin meningkat masalah gangguan mental emosional. Kata Kunci: Dukungan Sosial, Gangguan Mental Emosional, Pasca Rehabilitasi 
Institution Info

Universitas Alma Ata