Abstract :
Latar Belakang: Penyalahgunaan NAPZA di DIY hingga kini masih tergolong
tinggi se-nasional di peringkat teratas di Indonesia. prevalensi masalah kesehatan
mental emosional pada penduduk usia 15 tahun ke atas mengalami peningkatan
9,8% di tahun 2018.
Tujuan Penelitian: Untuk mengetahui hubungan antara dukungan sosial dengan
gangguan mental emosional pada pengguna NAPZA pasca rehabilitasi.
Metode Penelitian: Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan
pendekatan Cross Sectional. Teknik pengambilan sampel menggunakan Simple
Random Sampling yaitu sebanyak 67 responden. Cara pengumpulan data
menggunakan kuesioner dukungan sosial dan SRQ-20 secara langsung kepada
responden. Teknik analisa data menggunakan uji korelasi Spearman Rank.
Hasil: Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan diketahui karakteristik
responden mayoritas 28-33 tahun (34,3%), pendidikan SMA/SMK (34,3%),
(52,2%) responden memiliki dukungan sosial yang sedang, (58,2%) responden
memiliki gangguan mental emosional. Hasil analisa dengan uji Spearman Rank
menunjukkan nilai koefisien korelasi (r) = -0,50 menunjukkan arah korelasi negatif,
menandakan korelasi antar kedua variabel berlawanan. Dalam arti lain semakin
rendah dukungan sosial maka semakin meningkat masalah gangguan mental
emosional akan muncul.
Kesimpulan: Berdasarkan hasil penelitian diketahui nilai koefisien korelasi (r) = 0,50
menandakan
korelasi
antar
kedua
variabel
berlawanan.
Dalam
arti
lain
akan
semakin
rendah dukungan sosial maka semakin meningkat masalah gangguan
mental emosional.
Kata Kunci: Dukungan Sosial, Gangguan Mental Emosional, Pasca Rehabilitasi