Abstract :
Latar belakang: Anak sekolah memiliki kebiasaan membeli makanan
jajanan, data Badan Pengawaan Obat dan Makanan (BPOM) menunjukkan
bahwa 98,9% anak terbukti jajan di sekolah. Makanan jajanan dengan
pedagang yang kurang menyadari pentingnya higiene perorangan akan
membawa dampak buruk bagi kesehatan anak baik secara langsung maupun
dalam jangka panjang. Evaluasi terhadap keberadaan makanan jajanan luar
sekolah perlu dilakukan untuk meminimalisir dampak buruk dari makanan
jajanan. Guru sebagai orang tua pengganti untuk anak di sekolah memiliki
peranan penting dalam pengawasan makanan jajanan yang beredar di luar
sekolah. Tujuan: Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk
mengetahui korelasi antara status sekolah dengan persepsi guru terhadap
higiene pedagang makanan jajanan luar kantin sekolah. Metode: Penelitian
akan dilaksanakan dengan menggunakan rancangan campuran (mix methods)
untuk mendapat data yang lebih lengkap. Penelitian secara kuantitatif
dilaksanakan dengan pengisian kuesioner oleh 113 responden dari sekolah
dasar baik negeri dan swasta. Analisis menggunakan uji Mann-Whitney.
Sedangkan penelitian kualitatif dilaksanakan kepada responden terkait dari
sekolah negeri dan swasta hingga didapatkan hasil wawancara jenuh. Hasil:
Persepsi guru baik negeri maupun swasta tentang penggunaan APD, kondisi
pedagang, dan penggunaan alat bantu tergolong baik (100%). Persepsi guru
terhadap keberadaan serangga tergolong baik (95,6%) dengan kategori
persepsi kurang baik sebesar 4,4%, Hasil analisis Mann-Whitney diperoleh
P value = 0,791 untuk poin penggunaan APD, P value = 0,730 untuk poin
kondisi pedagang, P value = 0,568 untuk poin penggunaan alat bantu dan P
value = 0,983 untuk poin keberadaan serangga dan hewan pengerat (P value
= > 0,05). Kesimpulan: Tidak ada korelasi signifikan antara status sekolah
negeri dan swasta dengan persepsi guru terhadap higiene pedagang makanan
jajanan luar kantin sekolah dasar.
KATA KUNCI: persepsi, guru, higiene, pedagang, kantin sekolah