Abstract :
Latar belakang: Depresi merupakan masalah yang sering dijumpai pada lansia.
Sejauh ini, 8 % - 15 % lansia menggalami depresi. Perasaan tidak berguna dan
tidak mendapatkan perhatian serta dukungan dari keluarganya, dapat
menyebabkan depresi. Dukungan sosial keluarga sangat penting sehingga dapat
menekan terjadinya depresi pada lansia.
Metode: Penelitian ini untuk meneliti hubungan antara tingkat dukungan sosial
keluarga dengan tingkat depresi pada lansia di desa Tamantirto Bantul
Yogyakarta. Penelitian ini merupakan penelitian inferensial dengan pendekatan
cross sectional. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini sebanyak 120
responden yang dipilih menggunakan teknik simple random sampling. Data
dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner dan kemudian dianalisis
menggunakan Kendal Tau.
Hasil: Dalam penelitian ini didapatkan hasil, bahwa dukungan sosial keluarga
sebagian besar dalam kategori sedang (60 %) dan tingkat depresi paling banyak
dalam kategori depresi ringan (43,3%). Hasil uji Kendal Tau adalah ? o,215, p =
0,008, dan ? = 0,05. Terdapat hubungan yang negati antara tingkat dukungan
sosial keluarga dengan tingkat depresi. Hal tersebut berarti, semakin tinggi
tingkat dukungan sosial keluarga maka semakin rendah tingkat depresinya (p <
0,05).
Kesimpulan: Hasil penelitian ini adalah dukungan sosial keluarga sangat
dibutuhkan dalam kehidupan lansia serta dapat menekan terjadinya depresi pada
lansia.
Kata kunci: Dukungan sosial keluarga, Tingkat depresi, dan lansia.