Abstract :
Latar Belakang: penelitian ini Angka kematian maternal yang tinggi di suatu negara sesungguhnya mencerminkan rendahnya mutu pelayanan kesehatan. Angka Kematian Ibu (AKI) sebagai salah satu indikator kesehatan ibu, dewasa ini masih tinggi di Indonesia bila dibandingkan dengan AKI di negara ASEAN lainnya. Penyebab kematian ibu merupakan suatu hal yang cukup komplek, yang dapat digolongkan pada faktor-faktor reproduksi, komplikasi obstetrik, pelayanan kesehatan dan sosial ekonomi. Selain faktor reproduksi dan komplikasi obstetrik, ternyata faktor pelayanan kesehatan mempunyai peran besar pula dalam kematian maternal. Faktor-faktor tersebut meliputi kurangnya kemudahan untuk pelayanan kesehatan maternal, asuhan medik yang kurang baik, dan kurangnya tenaga kesehatan yang terlatih.
Tujuan penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat pengutahuan ibu hamil tentang tanda bahaya kehamilan dengan frekuensi antenatal care di Rumah bersalin Amanda Sleman Yogyakarta. Metode penelitian ini merupakan penelitian deskriptif korelasi dengan menggunakan rancangan penelitian cross sectional.
Berdasarkan hasil penelitian ini dapat dilihat bahwa hasil analisis data dengan menggunakan komputer didapatkan nilai ?2-hitung sebesar 14,923 dengan derajat kebebasan (dk) sebesar 2. Nilai ?2-tabel pada derajat kebebasan (dk) 2 pada taraf signifikansi 5% didapatkan sebesar 5,59, sehingga nilai ?2-hitung > ?2-tabel (14,923 > 5,59). Dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan antara tingkat pengetahuan ibu hamil tentang tanda bahaya kehamilan dengan frekuensi antenatal care di Rumah Bersalin Amanda Sleman Yogyakarta.