Abstract :
Latar Belakang: Prevalensi tertinggi diabetes melitus di Indonesia berdasarkan diagnosis
dokter adalah Provinsi DI Yogyakarta. Dalam pengelolaannya, penting untuk merencanakan
makan yang disesuaikan dengan prinsip 3J (jumlah, jenis, jadwal). Adanya edukasi untuk
pasien DM juga penting dalam menunjang perubahan perilaku termasuk perubahan pola makan
dan kebiasaan hidup sehat. Edukasi yang diberikan yaitu melalui konseling gizi menggunakan
media leaflet mengenai pengelolaan DM. Pasien diabetes perlu perubahan yang konsisten
terhadap pola makan dan pola hidup sehat, sehingga selain dengan leaflet, perlu konseling
lanjutan berupa reminder menggunakan text messaging .
Tujuan: Mengetahui perbedaan efek konseling gizi menggunakan leaflet dan text messaging
dengan pola makan (jumlah, jenis, jadwal) pada pasien diabetes melitus.
Metode: Jenis penelitian eksperimen semu dengan rancangan penelitian randomized control
group pretest postest selama 1 bulan intervensi dan berlokasi di RSUD Kota Yogyakarta.
Responden yang memenuhi inklusi dan eksklusi berjumlah 28 orang yang terbagi menjadi 3
kelompok perlakuan, yaitu tanpa perlakuan, leaflet, leaflet dan text messaging. Pola makan
responden didapatkan dengan metode recall 24 jam dan food record. Analisis statistik
menggunakan paired sample t-test, wilcoxon Signed Rank Test, dan One-Way Anova.
Hasil: Secara deskriptif, pola makan pada kelompok leaflet mempunyai rata-rata tertinggi
dibandingkan dengan kelompok tanpa perlakuan dan leaflet+text messaging. Hasil uji beda
menunjukkan bahwa pada pola makan (3J) tidak berbeda secara signifikan antara sebelum dan
sesudah perlakuan dan antara 3 kelompok perlakuan (p>0.05).
Kesimpulan: Tidak ada perbedaan yang signifikan konseling gizi menggunakan leaflet dan text
messaging pada pola makan (3J) pasien DM.