Abstract :
Latar belakang: Pemasangan infus merupakan salah satu tindakan keperawatan yang diberikan pada
pasien rawat inap yang dilakukan dengan prosedur invasif dan menyebabkan adanya perlukaan pada
jaringan sehingga mempunyai resiko mengalami infeksi. Oleh karena itu, untuk mengurangi resiko
terjadinya infeksi perlu dilakukan perawatan infus yang sesuai dengan SOP perawatan infus. Hospital
Acquired Infection (HAI's) merupakan infeksi yang terjadi setelah 3x24 jam berada di rumah sakit yang
ditandai dengan adanya manifestasi klinis dari infeksi. Flebitis merupakan salah satu dari HAI's. Pasien
yang mengalami flebitis akan berdampak pada bertambahnya lama perawatan dan biaya perawatan
pasien sehingga dapat mempengaruhi mutu RS.
Tujuan: Mengetahui hubungan antara perawatan infus dengan kejadian flebitis pada pasien rawat inap di
bangsal penyakit dalam dan syaraf RSNur Hidayah Bantul.
Metode: Jenis penelitian adalah kuantitatif dengan metode observasional dan pendekatan waktu
prospektif dengan sampel 113 pasien yang dihitung dengan rumus slovin dan diambil dengan tehnik
accidental sampling. Instrumen penelitian yang digunakan adalah berupa lembar observasi, uji hipotesa
menggunakan uji Chi-Square.
Hasil dan Kesimpulan: Data hasil penelitian perawatan infus yang tidak sesuai chek list sebanyak 63
kasus (55,75%) dan pasien mengalami flebitis yaitu 74 pasien (65,49%). Hasil analisa p value=0,000
(p<0,05) artinya hipotesa penelitian diterima yang artinya bahwa ada hubungan antara perawatan infus
dengan kejadian flebitis pada pasien di bangsal penyakit dalam dan syaraf RS Nur Hidayah Bantul.
Saran: Hasil penelitian ini dapat dijadikan bahan pertimbangan dalam menentukan kebijakan berupa
pengadaan SOP perawatan infus di RS Nur Hidayah Bantul.