Institusion
Universitas Komputer Indonesia
Author
Pratama, Muhammad Wildan Julian
Subject
302_Social Interaction
Datestamp
2019-12-31 03:44:53
Abstract :
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana Representasi Politik Identitas dalam lirik lagu “Kafir†karya Musisi Jason Ranti. Untuk menjawab masalah diatas, maka peneliti menggunakan tiga dimensi Norman Fairclough sebagai identifaksi masalah yaitu Teks, Discourse Practice, dan Sosiocultural Practice. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan studi analisis wacana kritis model Norman Fairclough. Dimana Norman Fairclough menggambarkan wacana sebagai praktik sosial menyebabkan sebuah hubungan dialektis diantara peristiwa diskurtif tertentu dengan situasi, institusi dan struktur sosial yang membentuknya. Hasil penelitian dilihat dari teks, Dalam lirik lagu “Kafir†karya Jason Ranti, teks wacana politik identitas direpresentasikan dalam bentuk lirik. Dilihat dari Discourse Practice, ternyata wacana yang melatar belakangi pembuatan lirik lagu “Kafir†adalah keresahan penulis lagu kepada oknum kelompok – kelompok yang tidak menghargai perbedaan dalam hal berkeyakinan, yang mana kelompok tersebut pula berkaitan dengan praktik politik identitas. Dilihat dari Sosiocultural Practice, Situasional : wacana Politik Identitas tertuang dalam sebuah lagu berjudul “kafir†Institusional : agama menjadi sebuah institusi yang mewadahi kerukunan sesama umat, tanpa mempersoalkan perbedaan – perbedaan yang ada. Sesuai dengan sila pertama dasar Negara Pancasila, yaitu Ketuhanan yang Maha Esa. Sosial : lirik lagu “kafir†mengkritik kondisi sosial masyarakat Indonesia, yang tidak menghargai perbedaan
Simpulan dari penelitian ini, Politik Identitas bisa saja membahayakan keutuhan bangsa dan Negara ini di masa depan, jika cita – cita para pendiri bangsa tentang persatuan dan kesatuan, semangat sumpah pemuda, kemudian Pancasila serta Bhinneka Tunggal Ika, sebagai dasar filosofi Negara, tidak diamalkan dan dijalankan secara baik. Saran dari peneliti, lebih dapat menghargai segala bentuk perbedaan yang ada di sekitar kita, pentingnya pengetahuan lebih dalam menerima sesuatu, agar tidak dengan mudah dimanfaatkan suatu kelompok untuk kepentingan tertentu.