Abstract :
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana representasi intoleransi dalam lirik lagu “Peradaban†karya .Feast. Untuk menjawab penelitian ini peneliti menggunakan tiga dimensi Norman Fairclough sebagai identifikasi masalah yaitu Teks, Discourse Practice, dan Sociocultural Practice. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis wacana kritis Model Norman Fairclough. Dengan teknik pengumpulan data menggunakan studi pustaka dan wawancara mendalam.
Hasil penelitian dilihat dari Teks, dalam lirik lagu “Peradaban†karya .Feast, praktik intoleransi direpresentasikan dalam bentuk lirik. Dilihat dari Discourse Practice, wacana yang melatar belakangi pembuatan lirik lagu “Peradaban†adalah kekesalan kepada oknum kelompok-kelompok radikal atau ekstrim terkait tragedi bom Surabaya. Dilihat dari Sociocultural Practice, Situasional: melatar belakangi yang wacana intoleransi tertuang dalam sebuah lagu berjudul “Peradabanâ€. Institusional: berlangsungnya praktik-praktik politik identitas, yang mana institusi agama dikapitalisasi. Sosial: disini lirik lagu “Peradaban†karya .Feast, mengkritik kondisi sosial masyarakat Indonesia, yang lupa akan identitasnya sebagai masyarakat bangsa Indonesia.
Simpulan dari penelitian ini dalam masyarakat Indonesia telah terjadi bias ideologi Pancasila. Sampai hari ini Pancasila masih belum benar-benar terwujud oleh masyarakat dan pemerintah Indonesia dengan semestinya. Saran dari peneliti, mari sama-sama mengamalkan prinsip dari empat pilar berbangsa dan bernegara, hidup rukun agar tercipta suatu kedamaian. Sebab kita semestinya sadar bahwa tindakan intoleransi merupakan sikap yang berbenturan dengan pedoman dasar Bangsa Indonesia, yang mana akan merusak kesatuan bangsa.