Abstract :
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui komunikasi interpersonal terapis di Rumah Hasanah Bandung dalam menumbuhkan kemampuan berbicara anak down syndrome. Untuk dapat mengetahui lebih dalam mengenai pesan komunikasi, hambatan komunikasi dan proses komunikasi interpersonal terapis pada anak down syndrome sesuai dengan tujuan dari penelitian ini. Desain penelitian ini menggunakan desain penelitian kualitatif dan metode penelitian deskriptif. Teknik sampling yang digunakan adalah purposive sampling. Teknik pengumpulan data dengan studi pustaka dan studi lapangan. Teknik analisa data menggunakan teknik analisa data Miles dan Huberman. Subjek pada penelitian ini adalah terapis, terapis sebagai informan kunci yang dipilih sebanyak 3 orang yaitu terapis di Rumah Hasanah Bandung, dan untuk informan pendukung sebanyak 2 orang. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terapis menggunakan proses komunikasi interpersonal yaitu melakukan stimulus indera, gambar, bernyanyi, membujuk dan bercanda. Pesan yang disampaikan berupa pesan verbal berupa pesan pujian dan pesan persuasive maupun pesan non verbal. Hambatan komunikasi yaitu ketidakfokusan anak dalam belajar dan pengucapan pesan disampaikan berulang-ulang. Kesimpulan penelitian, proses komunikasi interpersonal yang dilakukan terapis sangat berpengaruh untuk dapat menumbuhkan kemampuan berbicra anak down syndrome, pesan yang dimiliki seorang terapis memiliki isi pesan pujian, isi pesan persuasive, dan pesan non verbal. Hambatan komunikasi yaitu ketidakfokusan anak dalam belajar dan pengucapan pesan disampaikan berulang-ulang. Saran penelitian, komunikasi interpersonal yang diterapkan dapat berjalan sama sesuai dengan harapan semua pihak yang terkait, sehingga dapat mencapai tujuan.