Abstract :
Dalam tata bahasa, transitivitas adalah proses untuk menjelaskan perubahan seiring waktu. Model transitivitas didasarkan pada konfigurasi aktor + proses. Klausa eksistensial diwakili bahwa sesuatu ada atau terjadi. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan suatu proses yang terungkap dari proses dalam ruang dan waktu. Penelitian ini menggunakan pendekatan Systemic Functional Grammar, yaitu klausa sebagai teori representasi yang ditulis oleh Halliday dan Matthiessen (2004). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dan mengidentifikasi elemen, properti klausa existential direpresentasikan dengan verba yang berfungsi sebagai proses. Dari penelitian itu dapat ditunjukkan fitur eksistensi dan diperlukan interpersonal sebagai subjek. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah menganalisis teks yang digunakan dalam novel di mana data mengidentifikasi keberadaan, proses dan keadaan di sekitarnya. Analisis hasil menunjukkan bahwa proses eksistensial biasanya hanya memiliki proses + eksis tanpa subjek dalam klausa. Dari hasilnya, dalam sebuah klausa eksistensial yang mengandung elemen tidak langsung yang jelas, elemen tak langsung tersebut bersifat tematik, kata 'ada' dapat dihilangkan. Oleh karena itu proses eksistensial diekspresikan oleh kata kerja yang ada ‘be’, ‘exist’, ‘arise’ dan yang ada dapat menjadi fenomena apa pun.