Abstract :
Program KOTAKU (Kota Tanpa Kumuh) yang menjadi program lanjutan setela PNPM Mandiri, program KOTAKU yang bertujuan untuk meningkatkan, memperbaiki, mencegah permukiman dari kekumuhan dengan meningkatkan akses infrastruktur perkotaan terhadap permukiman kumuh. Kelurahan lebak gede mrupakan salah satu permukiman yang memiliki tingkat kepadatan sedang tergolong dapa indikator kekumuhan yang telah ditetapkan berdasarkan SK (Surat Keputusan) Walikota yang tertuang di RPJMD kota Bandung 2014-2018. Tujuan penelitian ini adalah mengevaluasi kondisi permukiman setelah adanya pelaksanaan program KOTAKU dan pencapaian program KOTAKU saat ini. Pengumpulan data penelitian menggunakan metode observasi dengan metode checklist (Daftar Periksa) dan melihat dari evaluasi persepsi masyarakat setempat dengan menggunakan kuesioner sebanyak 94 responden. Penentuan sampel dengan random sampling (sampel secara acak) hasil data selanjutnya diolah denan metode analisis dekriptif kuantitatif dan deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukan pencapaian dari indikator yang terpenuhi dalam pelaksanaan programnya yaitu, Jalan Lingkungan (RW 01,03,14,15) yang terpenuhi, untuk drainase lingkungan hanya RW 02 yang terpenuhi, untuk indikator penyediaan air bersih, pengolahan air limbah, pengolahan sampah dan pengaman kebakaran dari semua RW tidak tercapai dan hasil persepsi masyarakat menunjukan jaln lingkungan dinilai puas 80% masyarakat, untuk penyedian air bersih juga dinilai puas 70%, pengolahan air limbah 40% kurang puas, drainase lingkungan cukup puas 60%, pengelolaan persampahan 50 % cukup puas dan pengaman kebakaran 40 % kurang puas. Dari kriteria permukiman kumuh dari Peraturan Menteri Nomor 02 Tahun 2016 tentang peningkatan kualitas permukiman kumuhdan perumahan kumuh. Kelurahan Lebakgede dinilai belum efektif dalam pelaksanaanya sebab tujuannya belum tercapai secara keseluruhan dalam meningkatkan akses infrastruktur perkotaan dalam rangkan penataan lingkungan.