DETAIL DOCUMENT
Fenomena Ujaran Kebencian Di Media Sosial (Studi Etnografi Virtual Mengenai Ujaran Kebencian Ahmad Dhani Di Media Sosial Twitter)
Total View This Week0
Institusion
Universitas Komputer Indonesia
Author
Windyastari, Glenda Melina
Subject
302_Social Interaction 
Datestamp
2020-04-09 04:33:13 
Abstract :
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui fenomena ujaran kebencian di media sosial melalui cuitan ujaran kebencian Ahmad Dhani pada akun media sosial Twitter @AHMADDHANIPRAST yang dilihat dari ruang media, dokumen media, objek media, dan pengalaman media. Metode Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif, dengan studi Etnografi Virtual. Proses pemilihan informan menggunakan teknik purposive sampling. Teknik pengumpulan data dengan teknik observasi partisipan, wawancara mendalam, analisis dokumen. Teknik analisa data menggunakan model Creswell. Hasil penelitian diperoleh bahwa fenomena ujaran kebencian dilihat dari ruang media berupa akun @AHMADDHANIPRAST dan entitas Twitter menggunakan media sosial Twitter dan fiturnya untuk menyebarkan cuitan ujaran kebencian. Pada level ini artefak budaya berupa fitur “retweet”. Dokumen media dalam cuitan ujaran kebencian mengandung nilai agama, nilai politik dan nilai identitas yang dimaknai negatif oleh entitas Twitter. Pada level ini artefak budaya berupa ketiga cuitan ujaran kebencian. Objek media melihat ada dua jenis tanggapan yaitu, tanggapan pro dan tanggapan kontra yang di dominasi oleh pihak-pihak kontra. Pada level ini artefak budaya berupa “hastag-hastag” dalam kolom komentar. Pengalaman media berupa munculnya stigma positif dari entitas Twitter yang lebih mendukung Ahmad Dhani menjadi musisi dibandingkan menjadi politikus. Level ini menghasilkan artefak budaya berupa akun @AHMADDHANIPRAST sering melahirkan cuitan yang memancing pro dan kontra di dunia virtual (online) karena dalam kehidupan nyatanya pun Ahmad Dhani merupakan tokoh publik figur yang kerap kontroversial (offline). Kesimpulan Fenomena Ujaran Kebencian merupakan konstruksi dari budaya dan artefak budaya yang diciptakan oleh akun @AHMADDHANIPRAST dan entitas Twitter di dalam cyberspace. Saran bagi masyarakat untuk dapat lebih bijak dalam berkomunikasi di media sosial agar terhindar dari budaya ujaran kebencian di media siber sesuai dalam pasal-pasal UU ITE. 
Institution Info

Universitas Komputer Indonesia