Abstract :
Penelitian berjudul “Xenophobia pada Storyplaying dalam Bloodborne Video Game†ini meganalisis xenophobia sebagai fenomena yang muncul pada video game berjudul Bloodborne. Penelitian ini menggunakan teori Storyplaying milik Domsch (2013) untuk mengambil naratif pada video game yang kemudian naratif tersebut dianalisis menggunakan analogism yang ada pada teori Logic of Xenophobia milik Rydgren (2004) sebagai teori utama bersamaan dengan teori Ethnonationalism milik Muller (2008) juga teori Stereotyping milik Pickering (2007). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi penyebab juga dampak yang ditimbulkan oleh fenomena xenophobia yang muncul pada naratif pada Bloodborne. Xenophobia dapat dianalisis dengan cara mengidentifikasi adanya kemungkinan tindakan agresif yang disebabkan oleh stereotyping dengan cara menggunakan model analogism, lalu mengidentifikasi apakah stereotyping tersebut berasal dari paham ethnonationalism. Terdapat tiga kasus yang dapat diteliti keberadaan fenomena xenophobia. Berdasarkan analisis yang dilakukan terdapat 3 kasus, (1) The Stranger Hunter memiliki unsur xenophobia yang disebabkan oleh pengaruh religius yang menyebabkan adanya tindak kekerasan antar individu, (2) Pembersihan Old Yharnam tidak memiliki unsur xenophobia karena stereotyping tidak berasal dari paham ethnonationalism yang menimbulkan kekerasan sebelah pihak, dan (3) Pembantaian di Kastil Cainhurst yang juga memiliki unsur xenophobia yang disebabkan oleh pengaruh religius yang menyebabkan adanya konflik antar kelompok.