Abstract :
Penelitian ini berjudul “Pelanggaran (Flouting) Maksim Percakapan dalam Naskah Deadpool Movie: Sebuah Kajian Pragmatikâ€, bertujuan untuk mendeskripsikan pelanggaran maksim yang terjadi pada naskah film Deadpool. Data dianalisis dengan menggunakan pendekatan pragmatik. Dalam menganalisis data, teori yang digunakan pada penelitian ini adalah teori implikatur oleh Grice (1975), maksim percakapan oleh Yule (1996), dan pelanggaran maksim (flouting maxim) oleh Joan Cutting (2002). Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif; metode ini merupakan kegiatan untuk memperoleh data yang bersifat bukan angka yang hasilnya lebih menekankan makna. Data dikumpulkan dari naskah film Deadpool. Kemudian data diklasifikasikan menjadi 3 kategori pelanggaran (flouting); pelanggaran maksim kuantitas, pelanggaran maksim relasi, dan pelanggaran maksim pelaksanan. Setelah diklasifikasikan data dianalisis untuk medapatkan makna implikatur dan tujuan dari pelanggaran maksim tersebut. Hasilnya menunjukkan bahwa tujuan dari pelanggaran maksim yang dilakukan oleh pembicara pada naskah film tersebut adalah untuk memberikan kesan pertemanan, menyembunyikan apa yang sedang dirasakan (sedih, senang, marah, dan lain-lain), dan untuk membuat lelucon kepada lawan bicara.